Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin, mengatakan bahwa konflik di Ukraina tidak sama dengan apa yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina, yang menjadi target serangan agresi Israel selama lebih dari dua bulan terakhir.
"Seluruh dunia melihatnya. Lihatlah operasi militer khusus (di Ukraina) dan apa yang terjadi di Gaza dan rasakan perbedaannya. Tidak ada yang seperti ini di Ukraina," kata Putin dalam konferensi pers tahunan yang disiarkan televisi di Moskow, Kamis (14/12).
Menurut Putin, kejadian di Jalur Gaza merupakan sebuah "bencana", merujuk pada komentar Sekjen PBB Antonio Guterres, yang mengatakan wilayah tersebut menjadi pemakaman terbesar bagi anak-anak di dunia. "Ini adalah penilaian yang obyektif, (dari) apa yang bisa saya katakan di sini," kata Putin.
Baca juga : Zelensky Minta Dunia Menentang Genosida Rusia
Putin juga mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memainkan peran utama dalam menyelesaikan situasi di Gaza.
"Dia, tentu saja, adalah salah satu pemimpin komunitas internasional yang menaruh perhatian pada tragedi ini dan melakukan segalanya untuk memastikan situasi berubah menjadi lebih baik guna menciptakan kondisi perdamaian jangka panjang," tambah Putin.
Israel telah membom Jalur Gaza dari udara dan darat, melakukan pengepungan dan melakukan serangan serangan darat setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.
Baca juga : Erdogan Dihujani Selamat oleh Putin hingga Biden
Setidaknya 18.608 warga Palestina tewas dan 50.594 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Korban tewas resmi dari Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, sementara sekitar 139 orang masih disandera, menurut data resmi. (Anadolu/Ant/Z-4)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved