Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
ISRAEL merupakan negara hasil dari merampas wilayah Palestina yang diakui dunia, termasuk sekutu utamanya yang menggelorakan hak asasi manusia (HAM), Amerika Serikat (AS). Negeri Zionis itu tengah mengadakan gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, yang dicap teroris negara-negara Barat.
Namun Israel mengabaikan HAM dalam memperlakukan para tahanan yang berasal dari Palestina secara tidak manusiawi. Sementara Hamas menjamu tahanan mereka bak tamu.
Hal itu terungkap langsung dari penuturan orang-orang yang ditahan Israel dan jadi tawanan Palestina. Seorang remaja Palestina yang baru bebas setelah disandera Israel, Mohammed Nazza, mengaku dipukuli pasukan militer Negeri Zionis itu saat mendekam di penjara.
Baca juga: Bukti Kuat Kejahatan Perang Israel Diserahkan ke ICC
Nazza, remaja yang berasal dari Jenin, Tepi Barat, mengatakan lengan dan jarinya patah usai penjaga penjara Israel memukulinya di dalam bui pada pekan lalu. Saat ditemui di Jenin, lengan Nazza tampak dibalut dengan perban.
"Mereka (penjaga Israel) tak memberi apa pun. Lengan saya patah. Saya tak bisa menggerakkan jari," kata Nazza.
Baca juga: Surat Cinta Tawanan Ibu Yahudi kepada Pejuang Gaza
Selain itu, Nazza menceritakan kondisi di penjara Negev, Israel. Ia menyebut situasi para tahanan Palestina buruk.
Penjara itu, kata dia, memang terkenal memperlakukan tahanan Palestina dengan tidak manusiawi. "Orang-orang tua tergelak di lantai, mereka menginjaknya. Saya masih muda, saya bisa menerimanya, tetapi bagaimana dengan mereka?" ujar Nazza.
Ibunya menangis mendengar cerita sang buah hati. Saat di penjara, ibunya tak tahu apa-apa soal kondisi anak laki-lakinya itu.
"Tak ada panggilan telepon, tak ada kunjungan, tak ada apa pun," ucap sang ibu. Mohammed Nazza merupakan salah satu orang yang dibebaskan ketika militer Israel dan kelompok Hamas sepakat untuk gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat (24/11).
Nasib tahanan Palestina di penjara Israel berbeda jauh bak bumi dan langit dengan tawanan Israel oleh Palestina. Ini terbukti dari sejumlah tawanan dari Israel dan negara lain yang diperlakukan baik oleh Hamas. (Aljazeera/Z-2)
PARA pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan kekhawatiran, kemarin, atas laporan penghilangan paksa warga Palestina yang kelaparan mencari makanan di lokasi distribusi oleh GHF.
Anak-anak Palestina di Jalur Gaza akan kehilangan akses pendidikannya selama tiga tahun beruntun akibat blokade dan agresi Zionis Israel yang hingga kini masih terjadi.
Israel menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Al Zeitoun, Kota Gaza, Palestina, sejak melancarkan operasi darat awal bulan ini.
Tidak ada lagi bangunan yang tersisa di bagian selatan wilayah tersebut setelah Israel menyetujui rencana pendudukan Gaza pada awal bulan ini.
ISRAEL menghadapi gelombang kecaman internasional setelah serangkaian serangan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan, pada Senin (25/8).
Hingga kini, serangan militer Israel di Gaza masih berlangsung di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera.
PARA pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan kekhawatiran, kemarin, atas laporan penghilangan paksa warga Palestina yang kelaparan mencari makanan di lokasi distribusi oleh GHF.
Anak-anak Palestina di Jalur Gaza akan kehilangan akses pendidikannya selama tiga tahun beruntun akibat blokade dan agresi Zionis Israel yang hingga kini masih terjadi.
Israel menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Al Zeitoun, Kota Gaza, Palestina, sejak melancarkan operasi darat awal bulan ini.
ISRAEL menghadapi gelombang kecaman internasional setelah serangkaian serangan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan, pada Senin (25/8).
AS menjadi satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang menolak mengakui bencana kelaparan di Jalur Gaza, Palestina, merupakan krisis yang disebabkan ulah manusia.
MENTERI Luar Negeri Belgia Maxime Prevot pada Rabu (27/8) mengajukan memorandum berisi 10 usulan tindakan terhadap Israel dan mempercepat pengakuan terhadap negara Palestina.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved