Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan, Minggu (5/11), mengatakan dirinya menggunakan bintang kuning dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB sebagai efek kejut bagi lembaga PBB itu agar mengecam Hamas. Hal itu dikatakan Erdan setelah aksinya itu mendapatkan kecaman dari berbagai pihak termasuk dari berbagai pihak di Israel.
Keputusan Erdan untuk mengenakan bintang kuning, yang merupakan simbol penindasan terhadap warga Yahudi yang digunakan oleh Nazi, langsung mendapatkan kritik keras dari Yad Vashem, lembaga holocaust Israel, yang meminta Erdan sebaiknya menggunakan bendera Israel.
"Aksinya mencoreng para korban holocaust juga negara Israel," sebut ketua Yad Vashem, Dani Dayan, dalam bahasa Yahudi di X.
Baca juga : AS Ingin Gencatan Senjata Sementara di Gaza, Hamas Ogah
Dalam wawnacara dengan CNN, Minggu (5/11), Erdan membela keputusannya dan mengecam Dewan Keamanan PBB karena bungkam menanggapi aksi Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.
"Saya ingin menggarisbawahi bahwa target saya adalah mengejutkan Dewan Keamanan," ungkap Erdan mengenai pilihannya menggunakan bintang kuning itu.
Dewan Keamanan, hingga kini, belum mengeluarkan satu resolusi pun terkait serangan Hamas atau pun serangan balasan Israel ke Jalur Gaza.
Baca juga : Saudi Peringatkan Bencana Kemanusiaan jika Israel Deportasi Warga Rafah Palestina
"Saya ingin mengejutkan mereka. Saya ingin mengingatkan mereka mengenai kebungkaman mereka. Saya ingin mengirimkan pesan bahwa kami tidak lemah seperti saat holocaust," tegas Erdan.
Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober dan menewaskan 1.400 orang dan menyandera 240 orang.
Israel kemudian melancarkan serangan balasan dengan membombardir Jalur Gaza serta melancarkan serangan darat. Ulah 'Negeri Zionis' itu telah menewaskan 9.770 orang, mayoritas warga sipil.
Baca juga : Soal UNRWA, Rusia Minta PBB Buktikan Israel Benar atau Bohong
Selama berpekan-pekan, Dewan Keamanan gagal menghasilkan resolusi mengenai konflik antara Israel dan Hamas.
Beberapa draft ditolak oleh Amerika Serikat (AS), sekutu Israel, karena tidak menyebut hak Israel untuk membela diri.
Resolusi lainnya, yang diajukan AS, ditolak oleh Rusia dan Tiongkok, karena tidak menyebut mengenai gencatan senjata.
Erdan menegaskan Israel tidak akan berhenti melancarkan serangan ke Jalur Gaza.
"Kami akan terus menyerang tanpa gencatan senjata hingga kami memusnahkan Hamas," tegasnya. (AFP/Z-1)
Presiden Donald Trump melontarkan wacana bahwa lembaga barunya, Board of Peace, mungkin akan menggantikan PBB dalam menyelesaikan konflik global.
Pasukan Israel mulai merobohkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur. PBB menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Rabu (14/1), menyampaikan klarifikasi terkait perkembangan unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi Iran.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Iran segera menghentikan seluruh bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa.
Indonesia memastikan akan terus mendukung hak bangsa Palestina untuk merdeka dan berdaulat.
Resolusi serukan pembentukan pemerintahan transisi dan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.
Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi Amerika Serikat yang mendukung rencana perdamaian Gaza Donald Trump, mencakup pembentukan pasukan internasional dan jalur menuju negara Palestina.
PIDATO Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB pada 23 September 2025 membuka babak baru dalam sejarah diplomasi Indonesia.
AS kembali menggunakan hak vetonya dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menggagalkan resolusi terkait gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Langkah ini menandai veto ke-50 AS terhadap resolusi terkait Israel sejak pertama kali digunakan pada 1970.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved