Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Sekjen PBB Dorong Deeskalasi AS-Iran, Bahas Situasi Timur Tengah dengan Negara Teluk

Media Indonesia
03/3/2026 07:00
Sekjen PBB Dorong Deeskalasi AS-Iran, Bahas Situasi Timur Tengah dengan Negara Teluk
Ilustrasi(Dok Freepik)

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara Teluk guna menekan eskalasi konflik di Timur Tengah. Khususnya terkait ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Telepon dengan Emir Qatar, Tegaskan Pelanggaran Kedaulatan

Pada Senin (2/3), Guterres berbicara melalui sambungan telepon dengan Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani. Percakapan tersebut difokuskan pada urgensi meredakan ketegangan dan menghidupkan kembali jalur dialog di tengah konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan pernyataan resmi kepada media.

"Beberapa menit yang lalu, beliau berbicara melalui telepon dengan Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Negara Qatar. Sekretaris Jenderal mengulangi kecamannya terhadap serangan baru-baru ini terhadap Qatar, yang melanggar kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut," kata Dujarric kepada wartawan, Senin (2/3).

Menurut Dujarric, kedua pemimpin membahas kebutuhan mendesak untuk menghentikan eskalasi militer di kawasan serta kembali ke meja perundingan demi menjaga stabilitas regional.

Apresiasi untuk Peran Oman dalam Mediasi Damai

Selain Qatar, Guterres juga melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi. Dalam percakapan tersebut, Sekjen PBB memberikan apresiasi terhadap peran Oman dalam mendorong proses mediasi damai di kawasan.

"Selama akhir pekan ini, beliau juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kesultanan Oman, Yang Mulia bin Hamad Al Busaidi. Sekretaris Jenderal memuji Oman atas upayanya dalam memediasi negosiasi damai dan menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan terhadap Iran dan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk," kata Dujarric.

PBB Intensif Berkoordinasi dengan Negara GCC

Dujarric juga mengungkapkan bahwa Guterres melakukan sejumlah pembicaraan dengan para duta besar dari negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya diplomatik PBB untuk meredam potensi perluasan konflik.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel serta menargetkan pangkalan militer AS di berbagai titik di Timur Tengah.

Sehari setelahnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran memahami kemarahan negara-negara Teluk Persia atas aksi militer Iran. Namun, ia menegaskan bahwa konflik tersebut terjadi akibat tekanan dan tindakan yang dipaksakan kepada Iran oleh Amerika Serikat. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya