Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN jiwa dalam serangan Israel ke Gaza, Palestina terus bertambah pada Senin (16/10) atau hari kesembilan bombardir oleh Israel Defense Forces (IDF). Bahkan, wilayah itu menjadi gelap gulita dan jalur keluar-masuk ditutup total dari akses bantuan kemanusiaan.
"Gaza seperti kota mati, reruntuhan bangunan, asap dan gelap gulita karena pasokan listrik sudah diputuskan oleh pasukan Israel. Banyak warga sipil yang meninggal masih tertimbun di bawah reruntuhan," kata warga negara Indonesia yang juga pendiri Nusantara Palestina Center (NPC) Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim melalui media sosial Senin (16/10).
Bang Onim mengaku sudah tidak mendapatkan pasukan logistik, makanan dan minuman selama 8 hari. Sehingga warga Gaza dalam kondisi memprihatinkan tanpa makanan dan minuman.
Baca juga : Buka Akses Bantuan Gaza, Petinggi PBB Berangkat ke Timur Tengah
"Warga Gaza sudah tidak ada makanan dan air minum selama 8 hari. Saat ini kami makan tomat dan roti yang sudah berjamur," ujarnya.
Baca juga : 1.000 Korban Jalur Gaza Masih Berada di Bawah Reruntuhan Bangunan
Bang Onim menggambarkan bahwa kondisi saat ini merupakan perperangan terburuk yang pernah terjadi sejak 76 tahun lalu.
"Saya baru pertama kali melihat agresi yang paling dahsyat, selama 12 tahun saya berada di sini. Kondisinya lebih sadis dari perang tahun 2021 dan perang Afghanistan," sebutnya.
Selain mayat-mayat yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Tempat-tempat penampungan medis dan rumah sakit juga sudah kewalahan dengan penanganan korban tewas dan luka-luka.
"Kamar mayat sudah penuh, kulkas penyimpanan mayat penuh, masih banyak mayat-mayat yang belum dimakamkan di halaman-halaman rumah sakit," tambahnya.
Dalam kondisi gelap gulita di malam hari, warga Gaza terus dibombardir serangan-serangan pasukan Israel dari udara.
"Tidak jauh dari tempat saya (kota Gaza), sekitar 100 meter, rumah dan masjid telah rata dengan tanah. Jadi seluruh wilayah Gaza utara dijadikan target oleh penjajah. Kalau kita mengunakan kendaraan ke Gaza Selatan, kita langsung dibom oleh penjajah," pungkasnya. (Z-8)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved