Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Serangan Udara Israel Tewaskan 32 Warga Gaza, Mayoritas Perempuan dan Anak

Dhika Kusuma Winata
02/2/2026 14:20
Serangan Udara Israel Tewaskan 32 Warga Gaza, Mayoritas Perempuan dan Anak
Warga Gaza.(Al Jazeera)

BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1). Korban jiwa dilaporkan mencakup perempuan dan anak-anak.

Kekerasan terjadi meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat memasuki fase kedua sejak awal bulan. Namun, situasi keamanan di wilayah Palestina masih rapuh. Israel dan Hamas saling menuding pelanggaran kesepakatan.

"Jumlah korban sejak pagi hari meningkat menjadi 32 orang. Sebagian besar ialah anak-anak dan perempuan,” ujar badan pertahanan sipil Gaza dalam pernyataan terbarunya.

Juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, mengatakan serangan Israel menyasar berbagai target sipil seperti apartemen hunian, tenda pengungsian, tempat perlindungan, hingga kantor polisi.

Satu apartemen di kawasan Rimal, Kota Gaza, hancur total. Noda darah tampak terlihat di jalanan sekitar lokasi. Tragedi itu merenggut nyawa satu keluarga.

"Tiga anak perempuan meninggal saat mereka sedang tidur. Kami menemukan jasad mereka di jalan," kata Samer al-Atbash, kerabat korban.

Serangan lain menghantam kantor polisi di distrik Sheikh Radwan, wilayah perkotaan terbesar di Gaza. Direktorat Kepolisian Gaza menyebut tujuh orang tewas dalam serangan tersebut.

Serangan udara juga menghantam tempat perlindungan di Al-Mawasi, Gaza selatan, kawasan padat tenda pengungsi. Kepulan asap besar terlihat membubung di atas ribuan tenda, sementara jumlah korban dari serangan tersebut belum dapat dipastikan.

Meski korban jiwa hampir tercatat setiap hari sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, angka kematian pada Sabtu disebut sebagai salah satu yang tertinggi.

Militer Israel menyatakan serangan udara dilakukan sebagai balasan atas insiden pada Jumat (30/1) ketika delapan pejuang Palestina keluar dari terowongan di Rafah, Gaza selatan, yang diklaim melanggar kesepakatan gencatan senjata. Namun, klaim tersebut dibantah oleh biro politik Hamas. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya