Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pemerintah Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza

Dhika Kusuma Winata
02/2/2026 13:05
Pemerintah Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza
Serangan Israel ke Gaza.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026. Pemerintah Indonesia menilai aksi tersebut menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik sekaligus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang saat ini masih berlaku.

"Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku," demikian pernyataan resmi Kemenlu RI.

Indonesia juga mendesak Israel untuk menjalankan kewajibannya sebagai salah satu pihak dalam perjanjian gencatan senjata. Pelanggaran yang dilakukan secara sepihak dinilai tidak hanya memperparah penderitaan warga sipil di Gaza tetapi juga merusak kepercayaan dan menghambat upaya menciptakan stabilitas jangka panjang.

"Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut."

"Pelanggaran sepihak tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan dan secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan," lanjut pernyataan Kemenlu RI.

Sementara itu, badan pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel pada Sabtu, termasuk sejumlah anak-anak. 

Militer Israel mengeklaim serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas.

Kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat memasuki fase kedua sejak awal bulan ini. Baik Israel maupun Hamas saling menuding sebagai pihak yang melanggar kesepakatan.

Eskalasi terbaru ini terjadi tak lama setelah Israel mengumumkan rencana pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya