Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT anak, termasuk bayi berusia 11 bulan ditemukan selamat di hutan Amazon, Kolombia, setelah kecelakaan pesawat, dua pekan lalu. Presiden Gustavo Petro melakui akun Twitternya mengatakan anak-anak itu ditemukan selamat setelah pencarian yang melelahkan oleh militer.
Otoritas telah mengerahkan lebih dari 100 tentara dengan anjing pelacak untuk mencari anak-anak tersebut. Mereka melakukan perjalanan dengan pesawat yang jatuh pada tanggal 1 Mei, menewaskan tiga orang dewasa.
Para penyelamat percaya anak-anak - selain bayi berusia 11 bulan, juga ada anak berusia 13, 9, dan 4 tahun - telah berkeliaran di hutan di departemen Caqueta selatan sejak kecelakaan terjadi.
Baca juga: Insiden Hampir Fatal: Pangeran Harry dan Meghan Dikejar Paparazzi di New York
Diketahui, angkatan bersenjata mengatakan upaya pencarian intensif. Pencarian itu setelah regu penyelamat menemukan tempat perlindungan yang dibangun secara improvisasi dengan tongkat dan ranting.
Dalam foto-foto yang dirilis oleh angkatan bersenjata, terlihat gunting dan ikat rambut di antara ranting-ranting di lantai hutan.
Baca juga: Banjir Italia Tewaskan 8 Orang
Sebelumnya, botol minum bayi dan potongan buah yang sudah dimakan separuh telah ditemukan. Tentara telah menemukan jasad pilot dan dua orang dewasa yang telah terbang dari lokasi hutan menuju San Jose del Guaviare, salah satu kota utama di hutan hujan Amazon Kolombia.
Salah satu penumpang yang tewas, Ranoque Mucutuy, adalah ibu dari keempat anak tersebut, yang berasal dari suku Huitoto.
Kawasan hutan Amazon yang ditumbuhi pohon-pohon raksasa, binatang liar, dan curah hujan yang tinggi membuat pencarian dalam "Operasi Harapan" menjadi sulit.
Tiga helikopter telah digunakan untuk membantu, salah satunya mengumumkan pesan dari nenek anak-anak dalam bahasa Huitoto yang meminta mereka untuk berhenti bergerak melalui hutan.
Otoritas tidak mengindikasikan apa yang menyebabkan kecelakaan pesawat tersebut. "Pilot melaporkan masalah dengan mesin hanya beberapa menit sebelum pesawat hilang dari radar," kata badan tanggap bencana Kolombia.
Ini adalah wilayah dengan sedikit jalan yang juga sulit dijangkau melalui sungai, sehingga transportasi pesawat sangat umum.
Suku Huitoto, juga dieja sebagai Witoto, terkenal karena hidup berdampingan dengan hutan terpencil dan keterampilan berburu, memancing, dan mengumpulkan makanan mereka yang mungkin telah membantu anak-anak tersebut bertahan hidup.
Eksploitasi, penyakit, dan asimilasi telah mengurangi populasi mereka secara signifikan selama beberapa dekade. (AFP/Z-3)
Beberapa pesawat tempur AS jatuh di Kuwait utara pada Senin pagi. Kemenhan Kuwait pastikan seluruh kru selamat dan evakuasi medis telah dilakukan. Investigasi dimulai.
Prosesi penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) ini berlangsung penuh dengan gejolak emosi.
Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada Jumat (23/1) malam.
Almarhum merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung
TIM DVI Biddokes Polda Sulsel berhasil mengungkapkan identitas jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yakni Esther Aprilita Sianipar, peramugari maskapai.
Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel mengidentifikasi korban kedua kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung sebagai Deden Maulana, pegawai KKP.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved