Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 2.000 warga Israel di dekat perbatasan Gaza, Palestina, meninggalkan rumah. Mereka takut ada tembakan roket pada jalur tersebut setelah operasi Israel pada Selasa (9/5) pagi yang menewaskan tiga pemimpin Jihad Islam.
Desa-desa dan kota-kota di wilayah dekat Gaza itu sedang bersiap untuk evakuasi besar-besaran ribuan penduduk saat Israel bersiap menghadapi serangan balas dendam Jihad Islam. Tentara Israel telah merekomendasikan warga Nahal Oz dan Kfar Aza untuk segera pergi.
Namun masih belum jelas jadwal bus akan disediakan bagi warga untuk meninggalkan rumah mereka. Desa-desa lain juga sedang menyusun rencana evakuasi sebagaimana dilaporkan Al-Monitor.
Baca juga: Siapakah Jihad Islam dan Mengapa Israel Menargetkannya?
Serangan udara Israel di Gaza menewaskan tiga pemimpin kelompok militan Jihad Islam dan 10 lain, termasuk beberapa anak, Selasa, AFP melaporkan. Tak lama setelah penyerangan itu, otoritas Israel memerintahkan penutupan semua sekolah dan bisnis dalam jarak 40 kilometer (25 mil) dari perbatasan Gaza untuk menutup semua lalu lintas utama serta Perguruan Tinggi Sapir. Stasiun kereta api di Sderot juga ditutup pada hari itu atas perintah otoritas Israel serta titik-titik penyeberangan perbatasan dari Gaza ke Israel.
Otoritas Israel meluncurkan rencana breath of air, yaitu penduduk Israel di daerah tersebut diundang untuk melakukan perjalanan ke hotel dan wisma di seluruh Israel dan tinggal gratis untuk jangka waktu terbatas, untuk memulihkan diri dari ketegangan yang mereka alami. Dalam langkah yang lebih dramatis, pemerintah kota Sderot pada Selasa menghubungi sekitar 4.500 penduduk--kebanyakan orang lanjut usia, imigran baru, dan sakit kronis yang berhak dipindahkan ke hotel dengan biaya negara--untuk mengatur evakuasi mereka dari kota.
Baca juga: Di PBB, Israel Klaim Pembenaran Serangan Mematikan Gaza
Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), tiga anggota Jihad Islam yang tewas ialah Khalil Bahitini, komandan Brigade Al-Quds di Jalur Gaza utara; Juru bicara Jihad Islam Tareq Ezzaldin, yang juga mengelola kegiatan kelompok di Tepi Barat; dan Jihad Ghanem, sekretaris dewan militer gerakan tersebut. Penyiar publik Israel KAN melaporkan bahwa operasi itu awalnya dijadwalkan berlangsung akhir pekan lalu, tetapi ditunda karena kondisi cuaca buruk. Ketiga senior Jihad Islam itu tampaknya akan melakukan perjalanan ke Kairo, tetapi kembali ke rumah mereka sebelum berangkat. Saat itulah IDF menyerang.
KAN juga melaporkan bahwa Israel mengirim pesan ke Mesir untuk mengklarifikasi bahwa operasi militer tersebut secara khusus menargetkan para pelaku Jihad Islam dan tidak lebih dari itu. Menurut radio tentara Israel, Mesir memperingatkan Israel bahwa serangan di Gaza, penangkapan baru-baru ini yang dilakukan oleh Israel di kota Nablus di Tepi Barat, dan penambahan jemaah Israel-Yahudi ke Temple Mount memanaskan situasi.
Baca juga: Sejumlah Kelompok Bersenjata Palestina Tanggapi Pembantaian Israel di Gaza
Serangan terhadap anggota senior Jihad Islam terjadi seminggu setelah tembakan roket dari Jalur Gaza terhadap komunitas selatan Israel, menyusul kematian anggota Jihad Islam Khader Adnan di penjara Israel, yang melakukan mogok makan selama 87 hari. Membalas kematiannya, Jihad Islam meluncurkan 104 roket ke Israel.
Sebagian besar roket jatuh di lapangan terbuka, tiga orang terluka di Israel. Saat itu, Israel membalas dengan menargetkan beberapa gudang senjata Hamas. Setelah seharian terjadi kekerasan lintas batas, kedua belah pihak menyetujui gencatan senjata, yang ditengahi oleh Mesir, Qatar, dan PBB. (Z-2)
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemerintah masuk dan mengambil peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Jalur Gaza.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved