Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM pertemuan PBB pada Selasa (9/5), Israel mengklaim pihaknya dibenarkan melakukan serangan mematikan di Gaza, Palestina. Ini disampaikan ketika catatan hak asasi manusia negara Yahudi itu secara keseluruhan mendapat kecaman keras dari puluhan negara.
Menyusul serangan menjelang fajar yang menewaskan 13 orang, termasuk beberapa anak, perwakilan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan tersebut mematuhi hukum konflik bersenjata. "Hari ini, setelah berbulan-bulan serangan terhadap warga Israel, Israel memulai kampanye, Operasi Perisai dan Panah, melawan sasaran militer Jihad Islam, yang dilakukan sesuai dengan Hukum Konflik Bersenjata," tutur Avishai Kaplan dari Departemen Hukum Internasional IDF kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
"Israel mengarahkan serangan ini hanya terhadap sasaran militer dan mengambil semua tindakan pencegahan yang layak untuk mengurangi bahaya bagi warga sipil." Tentara Israel mengatakan bahwa dalam serangan udara Gaza, mereka menargetkan tiga pemimpin Jihad Islam, yang dianggapnya sebagai kelompok teroris, serta lokasi pembuatan senjata.
Baca juga: Serangan Israel Tewaskan 13 Orang termasuk Tiga Pemimpin Jihad Islam
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan empat anak termasuk di antara mereka yang tewas. Dari 20 orang terluka, beberapa dalam kondisi serius atau kritis. Ini akibat serangan Israel yang membakar gedung-gedung dan membuat yang lain menjadi puing-puing.
Duta Besar Israel untuk PBB di Jenewa Meirav Eilon Shahar menegaskan kepada PBB bahwa serangan itu ditujukan untuk memulihkan perdamaian dan keamanan bagi warga Israel. "Kami tidak akan membiarkan kelompok-kelompok teroris ini melemahkan upaya untuk hidup berdampingan yang ingin kami capai."
Baca juga: Sejumlah Kelompok Bersenjata Palestina Tanggapi Pembantaian Israel di Gaza
Komentar perwakilan Israel muncul selama forum yang disebut Tinjauan Periodik Universal, proses yang harus dijalani semua 193 negara PBB setiap empat tahun. Catatan hak asasi manusia Israel dikritik dengan keras.
Banyak negara--hampir 90--yang menyatakan kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan dan mengutuk pelanggaran terhadap warga Palestina. Beberapa, seperti perwakilan Palestina, Qatar, dan Namibia, menuntut pengakhiran rezim apartheid Israel. Perwakilan Tiongkok menyatakan negara itu terganggu oleh rasisme dan xenophobia.
Eilon Shahar berkeras bahwa Israel tidak menghindar dari kritik banyak negara. Namun ia menegaskan kembali keluhan yang sering diajukan negaranya bahwa Israel menjadi sasaran perlakuan diskriminatif sepihak dan berkelanjutan di dewan hak asasi manusia.
Selain itu, banyak diplomat yang angkat bicara mencela rencana reformasi peradilan yang kontroversial, karena protes massa berminggu-minggu berlanjut, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunda perombakan lebih dari sebulan yang lalu. Duta Besar AS Michele Taylor meminta Israel untuk memastikan kemandirian dan ketidakberpihakan peradilan yang berkelanjutan. Lainnya, seperti Duta Besar Selandia Baru Lucy Duncan, menyuarakan keprihatinan khusus tentang undang-undang baru yang diusulkan yang akan mengembalikan hukuman mati di Israel.
Para diplomat juga mengecam kebijakan perluasan permukiman Israel, penggusuran paksa dan penghancuran rumah warga Palestina, serta menuntut penyelidikan atas serangan pemukim terhadap warga Palestina.
"Kami merekomendasikan agar Israel mengganti kebijakan perluasan permukimannya," kata duta besar Inggris Simon Manley kepada dewan. Duta Besar Kanada Leslie Norton menuntut agar Israel menyelidiki dan menuntut secara menyeluruh kasus-kasus kekerasan pemukim ekstremis di Tepi Barat untuk memastikan mereka yang melakukan kejahatan ini dimintai pertanggungjawaban. (AFP/Z-2)
Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyampaikan bahwa kelompok itu akan melanjutkan apa yang dia gambarkan sebagai "pertempuran defensif" melawan Israel.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved