Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirim dua surat keras kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, menuding kedua pemimpin itu memicu antisemitisme lewat keputusan mereka mengakui Palestina. Dalam suratnya, Netanyahu mengaitkan insiden antisemit dan anti-Israel yang terjadi beberapa bulan terakhir dengan posisi pemerintah masing-masing terkait perang di Gaza dan kemerdekaan Palestina.
“Seruan Anda untuk negara Palestina hanya menyalakan api antisemitisme,” tulis Netanyahu dalam suratnya kepada Presiden Macron, yang diperoleh CNN pada Selasa. “Ini bukan diplomasi, tapi sebuah bentuk penenangan yang salah. Keputusan ini memberi penghargaan pada teror Hamas, memperkuat penolakan Hamas membebaskan sandera, dan mendorong ancaman terhadap komunitas Yahudi di Prancis.”
Surat ini memicu reaksi keras dari Istana Elysee. Juru bicara Istana menyatakan bahwa Macron baru mengetahui isi surat lewat media sebelum menerima secara resmi melalui jalur diplomatik. “Prancis selalu melindungi warganya yang beragama Yahudi. Saat ini dibutuhkan keseriusan dan tanggung jawab, bukan kebingungan dan manipulasi,” ujar pernyataan Elysee.
Ketegangan ini mencerminkan jarak yang makin melebar antara Netanyahu dan negara-negara Barat, yang sebagian semakin kritis terhadap perang Israel di Gaza. Perang ini telah menghancurkan wilayah luas Gaza dan memperburuk krisis kemanusiaan di sana.
Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, menyatakan pekan lalu bahwa Netanyahu “kehilangan arah,” sementara Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan kepada surat kabar Jyllands-Posten, “Netanyahu kini menjadi masalah itu sendiri.”
Hari Selasa, Netanyahu juga menyoroti Perdana Menteri Australia Albanese, menyebutnya sebagai “politisi lemah,” setelah pemerintah Australia membatalkan visa seorang anggota parlemen sayap kanan dari koalisi pemerintah Netanyahu.
Australia dan Prancis adalah dua negara Barat terbaru yang mengumumkan rencana pengakuan negara Palestina. Kanada dan Portugal juga memiliki rencana serupa. Bulan depan, mereka akan bergabung dengan lebih dari 140 negara yang sudah mengakui kedaulatan Palestina. Inggris menyatakan akan mengakui Palestina jika Israel tidak memenuhi sejumlah kriteria, termasuk menyetujui gencatan senjata di Gaza.
Netanyahu memberi batas waktu kepada Macron dan Albanese untuk bertindak melawan “kanker” antisemitisme sebelum Tahun Baru Yahudi pada 23 September, bertepatan dengan pembukaan debat tingkat tinggi Sidang Umum PBB, di mana pengakuan Palestina diperkirakan akan diumumkan.
Prancis menegaskan langkahnya bertujuan menghidupkan kembali solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina dan membawa perdamaian, namun Israel dan AS mengecam, menyebutnya sebagai hadiah untuk teror Hamas yang justru akan menghambat upaya perdamaian.
Ketegangan Israel dengan Australia juga meningkat sejak Canberra mengumumkan rencana pengakuan Palestina, menyusul sanksi terhadap menteri Israel sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir pada Juni lalu. Krisis bertambah setelah Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, menolak visa masuk politisi sayap kanan Israel lainnya, Simcha Rothman.
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar mencabut visa tinggal perwakilan Australia di Otoritas Palestina dan memerintahkan kedutaan Israel di Canberra meninjau setiap permintaan visa resmi dari Australia. Netanyahu kemudian menyerang Perdana Menteri Albanese di media sosial, menyebutnya “politisi lemah yang mengkhianati Israel dan meninggalkan Yahudi Australia.”
Albanese menanggapi dengan tenang, mengatakan kepada media lokal bahwa ia tidak “mengambilnya secara pribadi” dan selalu menghormati pemimpin negara lain melalui diplomasi. Sementara itu, Burke membalas tuduhan “lemah” Netanyahu dengan menekankan, “Kekuatan tidak diukur dari berapa banyak orang yang bisa Anda ledakkan atau berapa banyak anak yang dibiarkan kelaparan.” (CNN/Z-2)
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa AS di bawah Donald Trump semakin agresif, menjauh dari sekutu, dan melanggar tatanan internasional.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
PM Inggris Keir Starmer, Presiden Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz mengecam rencana AS mencaplok Greenland.
Pengadilan Paris menjatuhkan vonis terhadap 10 pelaku perundungan siber terhadap Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, terkait teori konspirasi gender dan hinaan usia.
JURU Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin terbuka untuk berdialog dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait perang di Ukraina.
PM Anthony Albanese umumkan langkah tegas lawan antisemitisme pasca-tragedi Bondi. Pemerintah Australia akan sasar pengkhotbah kebencian dan perketat aturan visa.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi penembakan massal yang menewaskan 15 orang di perayaan Hanukkah Bondi dipicu oleh ideologi 'Islamic State'.
Insiden penembakan terjadi di salah satu lokasi paling ikonik di Sydney, Pantai Bondi, menyebabkan kepanikan besar.
Australia menerapkan larangan akses media sosial bagi pengguna di bawah 16 tahun.
YouTube menilai aturan baru Australia yang melarang pengguna di bawah 16 tahun mengakses media sosial tergesa-gesa dan justru dapat membahayakan anak.
Setelah negosiasi panjang, Australia menyepakati reformasi hukum lingkungan termasuk pembentukan regulator lingkungan independen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved