Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan niat untuk mengakui Negara Palestina.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) RI menyebut langkah tersebut sebagai sinyal positif bagi perdamaian di Timur Tengah.
"Indonesia menyambut baik keputusan Presiden Perancis Emmanuel Macron agar Perancis mengakui Negara Palestina," demikian pernyataan resmi Kemenlu, Sabtu (26/7).
Indonesia menilai pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka merupakan langkah penting dalam upaya mewujudkan perdamaian yang adil dan menyeluruh. Kemenlu menegaskan bahwa pengakuan ini juga mendukung terciptanya solusi jangka panjang bagi rakyat Palestina.
"Pengakuan ini merupakan langkah positif untuk memastikan prospek masa depan bagi berdirinya Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka, berdasarkan batas wilayah yang disepakati pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, melalui Solusi Dua Negara," lanjut pernyataan tersebut.
Selain menyambut langkah Prancis, Indonesia juga mendorong negara-negara lain yang hingga kini belum mengakui Palestina untuk mengikuti jejak serupa. Dukungan internasional secara luas dinilai sebagai salah satu kunci dalam mendorong realisasi negara Palestina.
"Indonesia mendesak semua negara yang belum mengakui Negara Palestina untuk mengikuti langkah Perancis," tambah pernyataan Kemenlu RI.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa negaranya akan secara resmi mengakui Negara Palestina pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) September mendatang, menjadikan Prancis sebagai kekuatan Eropa paling besar yang mengambil langkah tersebut di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.
Pengumuman ini disampaikan Macron pada Kamis (24/7), di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel atas krisis kemanusiaan di Gaza.
"Prioritas mendesak hari ini adalah mengakhiri perang di Gaza dan menyelamatkan penduduk sipil," tulis Macron dalam unggahannya di media sosial seperti dilansir AFP.
"Kita akhirnya harus membangun negara Palestina, memastikan kelangsungan hidupnya, dan memungkinkannya-dengan menerima demiliterisasi dan mengakui Israel sepenuhnya-untuk berkontribusi pada keamanan seluruh kawasan Timur Tengah," tambahnya.
Langkah ini langsung menuai kemarahan dari Israel, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai hadiah bagi terorisme dan sebuah ancaman eksistensial bagi negaranya.
"Keputusan ini berisiko menciptakan proksi Iran lainnya, sebagaimana Gaza telah menjadi, yang akan menjadi landasan peluncuran untuk memusnahkan Israel, bukan untuk hidup berdampingan dalam damai," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan resmi.
Macron berencana menyampaikan pengakuan resmi ini di hadapan forum dunia saat Sidang Umum PBB pada bulan September mendatang. Jika terealisasi, Prancis akan menjadi negara Eropa paling berpengaruh yang mengakui Negara Palestina secara formal.
Hingga saat ini, setidaknya 142 negara telah atau akan mengakui kenegaraan Palestina, termasuk sejumlah negara yang mengumumkan langkah tersebut setelah dimulainya serangan Israel di Gaza sebagai respons terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Pejabat senior Otoritas Palestina, Hussein al-Sheikh, menyambut baik pengumuman Macron.
"Ini mencerminkan komitmen Prancis terhadap hukum internasional dan dukungannya terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka," ujarnya.
Kelompok Hamas, yang memerintah di Gaza, juga menyambut keputusan ini dan menyebutnya sebagai langkah positif ke arah yang benar dalam menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina yang tertindas dan mendukung hak mereka yang sah untuk menentukan nasib sendiri.
Hamas juga menyerukan negara-negara lain, terutama di Eropa, untuk mengikuti langkah Prancis. (Fer/M-3)
Kemenlu RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh memfasilitasi kepulangan gelombang ketiga warga negara Indonesia atau pekerja migran Indonesia bermasalah sektor penipuan daring dari Kamboja.
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, India timur.
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa Board of Peace (Dewan Perdamaian) merupakan inisiatif internasional yang muncul untuk menciptakan perdamaian di Jalur Gaza, Palestina.
Pemulangan 96 Warga Negara Indonesia/Pekerja Migran Indonesia (WNI/PMI) dari Arab Saudi dilakukan sebagai bagian dari upaya pelindungan negara.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved