Selasa 07 Februari 2023, 20:20 WIB

Erdogan Tetapkan Status Tanggap Darurat selama Tiga Bulan

Cahya Mulyana | Internasional
Erdogan Tetapkan Status Tanggap Darurat selama Tiga Bulan

Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di 10 provinsi yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo pada Senin (6/2). Korban tewas bencana yang berpusat di perbatasan Turki dan Suriah ini mencapai 5.102 orang.

"Kami telah memutuskan untuk mengumumkan keadaan darurat untuk memastikan bahwa pekerjaan (penyelamatan dan pemulihan) kami dapat dilakukan dengan cepat," kata Erdogan pada Selasa (7/2).

Erdogan mengatakan status darurat itu berlaku di 10 provinsi yang paling terdampak gempa. Pihaknya telah mengerahkan seluruh alat negara untuk evakuasi, penanggulangan seraya meminta bantuan dunia.

Jumlah korban tewas di Turki mencapai 3.419 orang kata Wakil Presiden Turki Fuat Oktay. Dia mengatakan 20.534 lainnya mengalami luka ringan hingga berat yang membutuhkan pertolongan medis.

Sementara di wilayah Suriah sudah tercatat korban jiwa mencalai 1.602 orang. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengkhawatirkan sejumlah daerah yang terisolasi di Turki juga Suriah.

Ia mengatakan hingga hari kedua pascagempa tidak banyak diperoleh informasi mengenai jumlah korban jiwa, luka dan kerusakan fasilitas di wilayah tersebut. "Kami sangat prihatin dengan daerah-daerah yang belum kami ketahui informasinya," kata Tedros.

Ia menyarankan kepada Turki dan Suriah untuk segera membuat pemetaan kerusakan. Tujuannya supaya masyarakat yang terjebak di daerah terpencil dapat segara mendapatkan bantuan dan penyelamatan.

Baca juga: Presiden Pastikan Indonesia Kirim Bantuan ke Turki-Suriah

Turki juga menahan empat orang karena postingan hoaks di media sosial terkait gempa. Keempat orang itu ditahan setelah keempatnya membagikan postingan provokatif yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan dan kepanikan.

Selain itu, gempa tersebut juga menyebabkan kebakaran gedung di Pelabuhan Iskenderun di Laut Mediterania, kota Iskenderun. Peristiwa ini disebabkan oleh kontainer yang terguling saat gempa kuat tersebut terjadi.

Bantuan

Amerika Serikat (AS) mengoordinasikan bantuan ke Turki, termasuk tim SAR untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Pemerintah California akan mengirimkan 100 petugas pemadam kebakaran Los Angeles County dan insinyur struktur, bersama dengan enam anjing terlatih khusus.

Musuh bebuyutan Turki, Yunani juga menyatakan akan memberikan bantuan yang terdiri dari 21 petugas penyelamat, dua anjing dan dua kendaraan penyelamat khusus. Termasuk seorang insinyur struktural, lima dokter dan ahli perencanaan seismik yang semuanya akan dikirim dengan pesawat angkut militer.

Pemerintah Jerman melalui Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock meminta Rusia untuk membantu menekan Suriah agar mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk. Jerman menilai Suriah harus membuka koridor kemanusiaan untuk penyelamatan para korban gempa bumi.

"Semua aktor internasional, termasuk Rusia, harus menekan rezim Suriah untuk memastikan bantuan kemanusiaan bagi para korban dapat tiba," kata Baerbock.

Penting isu kemanusiaan, kata dia, diutamakan sekaligus mengesampingkan pertikaian. "Masalah senjata sekarang harus dikesampingkan dan semua upaya di wilayah terdampak gempa harus difokuskan untuk pemulihan serta perlindungan korban,” kata Baerbock.

Kepala Dinas Pertahanan Sipil Yang Dikelola Oposisi Suriah Raed al-Saleh mengatakan rakyat Suriah membutuhkan bantuan. "Setiap detik berarti menyelamatkan nyawa dan kami menyerukan kepada semua organisasi kemanusiaan untuk memberikan bantuan materi dan program tanggap bencana ini," katanya.

Organisasi PBB untuk Anak-anak, UNICEF, mengatakan gempa Turki-Suriah telah menewaskan ribuan anak-anak. "Gempa bumi yang melanda Turki selatan dan Suriah utara kemarin pagi mungkin telah menewaskan ribuan anak," kata Juru Bicara UNICEF James Elder.

Dia mengaku belum mendapatkan angka pasti mengenai jumlah anak-anak yang menjadi korban musibah ini. Organisasi tersebut berkomitmen untuk memberikan sejumlah bantuan untuk anak-anak yang terdampak bencana ini. (AFP/OL-4)

Baca Juga

AFP

Sulit Bernafas, Paus Fransiskus Dirawat ke Rumah Sakit

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 30 Maret 2023, 04:55 WIB
Paus Fransiskus mengalami infeksi pernafasan yang membuatnya harus mendapatkan perawatan medis untuk beberapa waktu ke...
AFP/NOURNEWS AGENCY

Dekati Tiongkok, Arab Saudi Mulai Berpaling dari AS

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 30 Maret 2023, 04:39 WIB
Langkah Riyadh untuk bermitra dengan blok tersebut dilakukan kurang dari tiga minggu setelah pembukaan kesepakatan rekonsiliasi dengan Iran...
AFP/Asif Hassan

Uni Eropa Hapus Pakistan dari Daftar Negara Risiko Tinggi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 29 Maret 2023, 23:40 WIB
UNI Eropa (UE) menghapus Pakistan dari daftar negara ketiga yang berisiko tinggi. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya