Rabu 11 Januari 2023, 18:34 WIB

Menlu: RI Masih Lanjutkan Peran dalam Perdamaian Dunia

Cahya Mulyana | Internasional
Menlu: RI Masih Lanjutkan Peran dalam Perdamaian Dunia

Antara
Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan paparan dalam forum internasional.

 

MENTERI Luar Negeri (Menlu) Retno L.P Marsudi mengatakan bahwa dalam program 2023, pemerintah siap mendorong perdamaian dunia. Indonesia juga akan mencalonkan diri sebagai anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Prioritas selanjutnya adalah aktif menjalankan diplomasi perdamaian dan kemanusiaan. Sebagaimana amanah Konstitusi, Indonesia secara konsisten akan terus membantu perjuangan kemerdekaan Palestina," ujar Retno dalam pernyataan pers, Rabu (11/1).

Pada tahun ini, Indonesia juga akan terus membantu rakyat Afghanistan, terutama kaum wanita, dalam memperoleh akses pendidikan. Dukungan bagi pelaksanaan intra-Afghan Dialogue dan kerja sama ulama, termasuk Dialog Ulama Trilateral Indonesia-Qatar-Afghanistan akan diteruskan. 

Baca juga: Ini Lima Sikap Resmi Indonesia Tanggapi Provokasi Israel di Masjid Al-Aqsa

Indonesia akan mendorong Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk lebih aktif dalam menyelesaikan isu Palestina dan Afghanistan. "Indonesia akan terus mendukung upaya perdamaian Ukraina dan Rusia," imbuh Retno.

Pada 2023, Indonesia akan menjadi Ketua Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia (MIKTA). Keketuaan Indonesia akan mengusung tiga prioritas besar, seperti penguatan multilateralisme, pemulihan inklusif, serta transformasi digital.

"Indonesia berupaya meningkatkan visibilitas MIKTA sebagai bridgebuilder dalam penyelesaian berbagai isu global," katanya.

Berbekal peran, keaktifan dan kontribusi Indonesia untuk dunia, Indonesia telah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB untuk periode 2029-2030. Semua persiapan akan dimulai dari sekarang.

Baca juga: Temui Taliban, PBB Desak Pencabutan Larangan Perempuan Kuliah

Pemerintah Indonesia pun sangat berharap dukungan semua negara terhadap rencana pencalonan tersebut. Tantangan bagi diplomasi Indonesia kedepannya hanya akan bertambah berat.

Lingkungan kerja yang kondusif dan komitmen memperkuat reformasi birokrasi untuk meraih predikat WBK/WBBM, juga akan terus diperkuat. Kesetaraan dan pengarusutamaan gender akan terus menjadi bagian integral program di Pusat dan Perwakilan.

"Penguatan kelembagaan akan kita lanjutkan agar adaptif dengan dinamika dan tantangan di lapangan. Last but not least, peningkatan kesejahteraan akan terus diperjuangkan," pungkas Retno.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fauzan

Restoran di Jerman Berlakukan Denda Jika tak Habiskan Makanan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:09 WIB
Restoran China Fang di Rhauderfehn, misalnya, akan membebankan biaya tambahan 10 euro (sekitar Rp162.000) kepada para tamu yang menyisakan...
AFP

Kim Jong-un Unjuk Rudal Antarbenua dan Nuklir

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:21 WIB
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mempertontonkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dan hulu ledak nuklor dalam parade militer besar...
AFP

KBRI Damaskus Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Turki-Suriah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 Februari 2023, 14:13 WIB
KBRI Damaskus mencatat terdapat 836 orang WNI yang memiliki izin tinggal di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya