Kamis 18 Agustus 2022, 14:48 WIB

Utusan PBB Minta Junta Myanmar Bebaskan Tapol

Cahya Mulyana | Internasional
Utusan PBB Minta Junta Myanmar Bebaskan Tapol

AFP
Aung San Suu Kyi

 

UTUSAN PBB untuk Myanmar, Noeleen Heyzer, mendesak junta membebaskan segala tuntutan kepada semua tahanan politik (Tapol). Namun junta Myanmar belum menggubris permintaan yang termasuk di dalamnya terdapat eks Presiden Myanmar Aung San Suu Kyi.

"Kunjungan saya untuk menyampaikan keprihatinan PBB dan mengusulkan langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk mengurangi konflik dan penderitaan rakyat. Keterlibatan PBB sama sekali tidak memberikan legitimasi," kata Heyzer dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh PBB.

Pernyataan itu ia sampaikan langsung kepada pejabat penguasa junta Myanmar, Min Aung Hlaing. Heyzer juga meminta Hlaing untuk memberlakukan moratorium eksekusi dan membebaskan semua tapol.

Dia juga meminta pertemuan dengan Aung San Suu Kyi dan meminta pembebasan salah satu penasihatnya asal Australia Sean Turnell, yang ditahan selama kudeta pada Februari 2021.

"Saya ingin memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya (Aung San Suu Kyi) sesegera mungkin. Dia adalah pemangku kepentingan penting untuk dialog saya dengan semua pihak terkait," ucap Heyzer.

Baca juga:  Junta Myanmar Tahan Aung San Suu Kyi di Penjara Super Ketat

Aung San Suu Kyi, 77, yang ditahan di sel isolasi di penjara Naypyidaw, telah didakwa dengan setidaknya 18 pelanggaran mulai dari korupsi hingga pelanggaran pemilu, dengan ancaman hukuman penjara maksimum gabungan hampir 190 tahun.

Namun, juru bicara militer Myanmar Zaw Min Tun mengatakan mereka tidak akan mengizinkan siapa pun untuk bertemu orang-orang yang menghadapi tuntutan pidana.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi awal tahun lalu. Mereka juga melancarkan tindakan keras terhadap protes damai dan gerakan perlawanan bersenjata yang mengikutinya,

Kecaman global terbaru diberikan kepada junta Myanmar usai mengeksekusi empat aktivis demokrasi. Pengadilan Myanmar juga telah menjatuhkan hukuman penjara yang lama kepada para tapol. Kunjungan Heyzer terjadi sehari setelah pengadilan menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada pemimpin terguling negara itu Aung San Suu Kyi atas tuduhan korupsi yang menurut para kritikus dibuat-buat.(CNA/OL-5)

Baca Juga

AFP/Oliver Contreras

Biden Tegaskan tidak akan Pernah Akui Aneksasi Ukraina oleh Rusia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:57 WIB
"Kehendak sebeneranya dari warga Ukraina terlihat jelas setiap hari saat mereka mengorbankan jiwa raga untuk mempertahankan...
AFP/Gavriil GRIGOROV

Putin Akui Kemerdekaan Dua Wilayah Ukraina

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 09:20 WIB
Moskow mengatakan akan menganeskasi empat wilayah Ukraina dalam sebuah upacara besar-besaran di Kremlin pada hari ini, Jumat...
katolikku.com

Uskup Timor Leste Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Dituding Lecehkan Anak-Anak

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 06:30 WIB
Belo, yang berbagi Nobel Perdamaian 1996 dengan Jose Ramos Horta, pertama kali diselidiki oleh Vatikan pada 2019 atas tuduhan melecehkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya