Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anggota senior koalisi Israel memicu kemarahan pada Selasa (14/6) setelah satu rekaman dirilis tentang harapannya ada tombol yang bisa dia tekan untuk mengirim semua warga Palestina di Israel ke Swiss. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Matan Kahana, anggota Partai Yamina sayap kanan Perdana Menteri Naftali Bennett, membuat pernyataan itu dalam pidatonya di hadapan para siswa sekolah menengah agama di Efrat, Senin (13/6).
Dalam klip yang disiarkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, Kan, Kahana mengatakan, "Jika ada tombol yang bisa saya tekan yang akan membawa semua orang Arab dan menempatkan mereka di kereta ke Swiss, saya akan melakukannya. Tombol seperti itu tidak ada. Rupanya kita ditakdirkan untuk ada di sini (bersama) di tanah ini dalam beberapa bentuk."
Dilansir dari Middle East Eye, mencoba mengklarifikasi pernyataannya di Twitter, Kahana mengatakan, "Berbicara dengan siswa kemarin, saya merujuk bahwa populasi Yahudi dan Arab tidak akan ke mana-mana. Karena itu, kita harus bekerja untuk hidup berdampingan. Koalisi kita merupakan langkah berani menuju tujuan ini. Dalam diskusi yang lebih besar ini, beberapa pernyataan saya diucapkan dengan buruk."
Baca juga: Setengah Penduduk Belanda Yakin Ada Apartheid di Israel dan Palestina
Kata-kata Kahana membawa kritik dari seluruh spektrum politik Israel. "Tidak ada yang pergi, tidak ke Swiss dan tidak ke tempat lain," cuit anggota parlemen Mossi Raz dari Partai Meretz sayap kiri. "Kami tinggal di sini bersama untuk membangun masyarakat yang demokratis dan setara."
Anggota parlemen Eli Avidar, dari partai sayap kanan Yisrael Beiteinu, men-tweet, "Ini pernyataan yang mengerikan. Sayang sekali dikatakan. Orang-orang Arab-Israel ada di sini dan mereka di sini untuk tinggal. Kita harus menyelesaikan sikap seperti ini."
Anggota parlemen Aida Touma-Sliman, dari Daftar Gabungan Arab (Arab Joint List), menulis dalam suatu tweet, "Apel Kahanist tidak jatuh jauh dari pohonnya dan di pemerintahan ini, mereka masih berbicara tentang kerja sama Arab-Israel."
Rekan anggota Joint List Ahmad Tibi berkata, "Ada tombol yang akan membawa Anda dari pemerintah ini dan Knesset. Saya akan segera menekannya."
Baca juga: Iran Yakin Dua Ilmuwannya Mati Diracun Israel lewat Makanan
Menurut media Israel, Kahana menelepon Tibi untuk meminta maaf atas pernyataannya. Namun Tibi menuntut agar dia membuat permintaan maaf publik dan berkata, "Ada konflik, tetapi saya tidak akan pernah mengatakan orang Yahudi harus diangkut dengan kereta api. Itu buruk." (OL-14)
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved