Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN yakin Israel membunuh dua ilmuwannya dengan meracuni makanan mereka pada Mei. The New York Times melaporkan pada Senin (14/6) dengan mengutip beberapa pejabat Iran sebagaimana dilansir Alarabiya.
Laporan tersebut mengidentifikasi para ilmuwan sebagai Ayoub Entezari, seorang insinyur penerbangan yang bekerja untuk pusat penelitian militer, dan Kamran Aghamolaei, seorang ahli geologi.
Mereka digambarkan sebagai lulusan universitas terbaik yang muda, sehat, dan atletis. Mereka berdua tiba-tiba jatuh sakit pada akhir Mei dan terus bertambah sakit sebelum berakhir di unit perawatan intensif rumah sakit di dua kota berbeda di Iran.
Baca juga: Iran Sebut Dua Pejabat Dirgantara Mati Syahid saat Jalankan Misi
Mereka berdua meninggal hanya selang beberapa hari. Iran menduga ini pembunuhan yang ditargetkan oleh Israel.
Jika kecurigaan Iran terbukti benar, itu akan menjadi bagian dari perang bayangan keduanya. Israel menargetkan personel militer Iran dan pejabat serta ilmuwan terkait dengan program nuklir negara itu. Iran membalas dengan menargetkan warga Israel di luar negeri.
Awal pekan ini, media pemerintah Iran mengumumkan bahwa dua anggota divisi kedirgantaraan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) meninggal dalam tugas pada kasus terpisah tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Kedua kematian itu terjadi setelah pembunuhan Kolonel IRGC Sayad Khodai yang ditembak mati di mobilnya oleh dua penyerang sepeda motor di Teheran pada 22 Mei.
Baca juga: Uni Eropa Cairkan Dana yang Diblokir untuk Palestina
The New York Times mengutip seorang pejabat intelijen Israel yang diberi pengarahan tentang komunikasi yang mengatakan bahwa Israel telah memberi tahu para pejabat AS bahwa mereka berada di balik pembunuhan Khodai. (OL-14)
Hasil jajak pendapat PBS News/NPR/Marist menunjukkan 56% warga Amerika menentang aksi militer Donald Trump terhadap Iran di tengah pembelahan tajam di Kongres
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut menjadi pihak yang diserang.
Wamenlu Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi serangan balasan.
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Kemenlu menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran untuk membantu kapal tanker milik Pertamina.
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth selidiki serangan udara di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Iran yang tewaskan 168 siswi. Iran tuduh AS-Israel sebagai pelaku.
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Mojtaba Khamenei dilaporkan menjadi calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei gugur. Simak profil dan risiko serangan AS-Israel terhadapnya.
Iran resmi menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang melintas. Simak dampak penutupan jalur minyak dunia ini terhadap harga global.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersumpah balas serangan AS dan Israel ke fasilitas sipil. Korban tewas lampaui 700 orang pasca gugurnya Ali Khamenei. Cek selengkapnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved