Rabu 11 Mei 2022, 20:30 WIB

Mengenang Kiprah Shireen Abu Akleh Wartawan Al Jazeera yang Tewas

Mediaindonesia.com | Internasional
Mengenang Kiprah Shireen Abu Akleh Wartawan Al Jazeera yang Tewas

AFP/Jaafar Ashtiyeh.
Warga Palestina menunggu jenazah jurnalis veteran Al-Jazeera Palestina Shireen Abu Aqleh, Rabu (11/5).

 

SHIREEN Abu Akleh, yang terbunuh Rabu (11/5) saat meliput bentrokan di Tepi Barat yang diduduki Israel, termasuk di antara tokoh media Arab yang paling menonjol dan dipuji secara luas karena keberanian dan profesionalismenya. Beberapa jam setelah kematiannya, para pemuda Palestina menggambarkan Abu Akleh, 51, sebagai inspirasi, terutama bagi perempuan, yang banyak di antara mereka termotivasi untuk menekuni jurnalisme karena dia.

"Dia tidak pernah lelah," koresponden senior internasional Al Jazeera, Hoda Abdel-Hamid, mengatakan kepada AFP melalui telepon dari Ukraina. "Dia selalu ada di sana setiap kali terjadi sesuatu. Dia ingin berada di sana untuk menceritakan kisahnya, terus-menerus," tambahnya.

Dalam suatu wawancara sesaat sebelum kematiannya, Abu Akleh, yang juga warga negara Amerika Serikat, menggambarkan dirinya sebagai produk Jerusalem. Pasalnya, konflik Israel-Palestina membentuk sebagian besar hidupnya.

Dia lahir di Jerusalem timur yang dicaplok Israel dan dari keluarga Kristen Palestina. Ibunya lahir di Jerusalem barat, sebelum pembentukan Israel pada 1948. Ayahnya berasal dari Betlehem di Tepi Barat yang diduduki.

Dia lulus dari universitas pada tahun penandatanganan perjanjian perdamaian Oslo dan kemudian bergabung dengan radio Voice of Palestine yang baru lahir. Lantas ia beralih ke Al Jazeera pada 1997, sehingga menjadi tokoh ikon di media Arab.

Baca juga: Al Jazeera Minta Dunia Tuntut Israel karena Bunuh Jurnalisnya

Sebagai tanda pentingnya dia bagi penonton Palestina, bunga ditempatkan di sisi jalan oleh penduduk Tepi Barat saat kendaraan yang membawa tubuhnya bergerak menuju Nablus. Autopsi dijadwalkan di Nablus sebelum pemakamannya di Jerusalem.

Pejabat senior Otoritas Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan tidak ada kontak dari Israel tentang penyelidikan bersama dan menganggap Israel bertanggung jawab atas pembunuhan Abu Aqleh. Duta Besar AS untuk Israel Tomas Nides menyerukan penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan warga negara AS itu.

Patahkan stereotip 

Wartawan Muhammad Daraghmeh, seorang teman dekat yang mengajar di Universitas Birzeit di Tepi Barat, mengatakan Abu Akleh ialah salah satu jurnalis terkuat di Arab dunia. Ketenarannya tumbuh melalui liputannya tentang intifada Palestina kedua dari 2000 hingga 2005.

Wartawan senior Al Jazeera Dima Khatib men-tweet bahwa Abu Akleh ialah salah satu koresponden perang wanita Arab pertama di akhir 1990-an ketika peran wanita hadir di studio televisi. "Shireen ialah pelopor dalam generasi yang mematahkan stereotip peran gender dalam jurnalisme TV."

Al Jazeera, Otoritas Palestina, dan saksi mata mengatakan dia ditembak oleh pasukan Israel saat meliput serangan tentara Israel di Jenin. Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan kemungkinan dia terbunuh oleh tembakan membabi buta dari militan Palestina. Abdel-Hamid berkata, "Kami membutuhkan penyelidikan dan pertanggungjawaban, bukan hanya penyelidikan yang tidak mengarah ke mana-mana."

Baca juga: Wartawan Al Jazeera Tewas Ditembak, Qatar Kutuk Terorisme Israel

Dalam wawancara baru-baru ini, Abu Akleh mengatakan dia sering takut saat melaporkan tetapi memastikan untuk menghindari risiko yang tidak perlu. "Saya tidak melemparkan diri saya pada kematian," katanya kepada suatu media di kota Nablus, Tepi Barat. "Saya mencari tempat yang aman untuk berdiri dan melindungi kru saya sebelum mengkhawatirkan tentang rekaman gambar."

Tahun lalu, Abu Akleh menulis dalam publikasi This Week in Palestine bahwa Jenin, tempat dia meninggal, bukan hanya, "Satu cerita fana dalam karier saya atau bahkan dalam kehidupan pribadi saya. Ini kota yang dapat meningkatkan moral saya dan membantu saya terbang. Ini mewujudkan semangat Palestina yang kadang-kadang gemetar dan jatuh tetapi, di luar semua harapan, bangkit untuk mengejar penerbangan dan mimpinya." (OL-14)

Baca Juga

AFP/Louai Beshara.

Hizbullah Kalah, Kaum Reformis Naik dalam Pemilu Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:42 WIB
Salah satu kemenangan paling menonjol yang diraih oleh orang-orang independen ialah pemilihan Elias Jradeh dan Firas Hamdan di Libanon...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok tak akan Longgarkan Protokol Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:40 WIB
Otoritas Tiongkok akan mempercepat riset vaksin khusus Omikron dan memperluas jangkauan vaksinasi penguat pada kalangan orang tua...
AFP/Abbas Momani.

Puluhan Terluka dalam Bentrokan saat Pemakaman Warga Palestina di Jerusalem

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:02 WIB
Jenazah Sharif dibawa oleh para pelayat melintasi kompleks Al-Aqsa dan dibawa melalui Gerbang Herodes Kota Tua, sebelum dimakamkan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya