Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan apa pun untuk menghindarkan sanksi yang dijatuhkan pada Rusia.
Pernyataan Negeri Tirai Bambu menyusul peringatan dari pejabat Uni Eropa, bahwa setiap upaya untuk membantu perang Rusia di Ukraina dapat merusak hubungan ekonomi.
Dalam indikasi paling jelas tentang posisi Beijing mengenai masalah tersebut, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada wartawan, "Kami tidak melakukan apa pun dengan sengaja untuk menghindarkan sanksi yang dijatuhkan pada Rusia oleh Amerika dan Eropa."
Adapun pernyataan itu disampaikan setelah pembicaraan virtual antara pemimpin tinggi Uni Eropa dan Tiongkok. Beijing berpegang pada pendiriannya untuk menolak mengutuk invasi oleh sekutunya, yakni Rusia.
Baca juga: Lebih dari 50 Situs Bersejarah Ukraina Rusak Akibat Invasi Rusia
Di lain sisi, Amerika Serikat (AS) khawatir bahwa Tiongkok berpotensi mengirim bantuan militer dan ekonomi ke Rusia. Berikut, membantu Rusia melewati sanksi keras Barat yang menghancurkan ekonomi negara itu.
"Kami menentang sanksi dan efek dari sanksi ini juga berisiko menyebar ke seluruh dunia," kata Wang Lutong, direktur jenderal departemen urusan Eropa Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada konferensi pers.
Pejabat tinggi Uni Eropa memperingatkan pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada pertemuan puncak virtual sehari sebelumnya. Bahwa, setiap upaya untuk membantu perang Rusia dapat merusak hubungan antara dua negara adidaya ekonomi.
Baca juga: Rusia Pertimbangkan Tinggalkan UEFA dan Bergabung dengan AFC
Pembicaraan dengan Presiden Xi, awalnya dimaksudkan fokus pada isu perdagangan dan perubahan iklim, namun dibayangi ketakutan Barat akan dukungan Tiongkok untuk Rusia.
Namun, dalam menghadapi peringatan Uni Eropa, Wang mengatakan aktivitas perdagangan Tiongkok dengan Rusia seharusnya tidak terpengaruh. "Bahkan, Eropa telah melakukan bisnis secara normal dengan Rusia," pungkasnya.
Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Rusia, dengan volume perdagangan tahun lalu mencapai US$147 miliar, atau naik lebih dari 30% pada 2019.(AFP/OL-11)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Sepanjang 2025, pihaknya menerima sebanyak 47 pengaduan yang melibatkan 49 pegawai.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Pemeriksaan intensif terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah usai tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone yang menelan 22 korban jiwa.
Ketegasan sikap kepolisian dalam kasus ini dapat memberikan efek jera terhadap seluruh anggota agar tidak lagi melakukan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.
Tindakan tersebut tidak pantas secara etika maupun kemanusiaan.
Ia menegaskan, publik berhak mempertanyakan dasar moral dan rasionalitas DKPP dalam menjatuhkan sanksi yang begitu lunak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved