Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS), Rabu (9/3), menolak klaim Rusia bahwa mereka mendukung program senjata biologis di Ukraina, dengan mengatakan tuduhan itu adalah tanda bahwa Moskow bisa segera menggunakan senjata itu sendiri.
"Kremlin dengan sengaja menyebarkan kebohongan bahwa AS dan Ukraina melakukan kegiatan senjata kimia dan biologi di Ukraina," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.
"Rusia menciptakan dalih palsu dalam upaya untuk membenarkan tindakan mengerikannya sendiri di Ukraina," jelasnya.
Baca juga: Diserang Rusia, Ukraina Larang Ekspor Gandum hingga Gula
Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan klaim itu tidak masuk akal.
"Kami juga melihat pejabat Tiongkok menggemakan teori konspirasi ini," tambahnya.
"Sekarang Rusia telah membuat klaim palsu ini. Kita semua harus waspada terhadap kemungkinan Rusia menggunakan senjata kimia atau biologi di Ukraina atau membuat operasi bendera palsu dengan menggunakan senjata itu," katanya di Twitter.
Pada 6 Maret, Kementerian Luar Negeri Moskow mencuit di Twitter bahwa pasukan Rusia menemukan bukti bahwa Kiev menghapus jejak program militer-biologis di Ukraina, yang diduga dibiayai AS.
Price mengatakan disinformasi Rusia tersebut benar-benar omong kosong dan menambahkan bahwa Rusia memiliki rekam jejak menuduh Barat atas kejahatan yang dilakukan Rusia sendiri.
Namun, Selasa (8/3), AS mengatakan pihaknya bekerja dengan Ukraina untuk mencegah invasi pasukan Rusia dari menyita bahan penelitian biologi di negara itu. (AFP/OL-1)
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved