Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Eropa mengumumkan siap membekukan aset bank sentral Rusia. Langkah ini menyusul eskalasi besar sanksi terhadap Moskow setelah invasi ke Ukraina.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Uni Eropa juga akan menghapus beberapa bank Rusia dari sistem pembayaran SWIFT. Kebijakan itu merupakan respons terhadap permintaan utama Ukraina untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca juga: Prancis akan Kirim Lebih Banyak Peralatan Militer ke Ukraina
Sejumlah langkah baru tersebut diyakini akan melumpuhkan kemampuan Putin untuk membiayai mesin perangnya. Von der Leyen juga telah melakukan konferensi video dengan pemimpin Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Italia dan Kanada, untuk mengoordinasikan tanggapan Barat terhadap invasi.
Sekutu juga setuju untuk pembatasan lebih lanjut pada oligarki Rusia. Termasuk, langkah untuk membatasi penjualan kewarganegaraan, atau disebut paspor emas, yang memungkinkan orang kaya Rusia terhubung dengan pemerintah Rusia, untuk menjadi warga negara negara mereka.
Baca juga: Berubah Sikap, Trump Ikut Kutuk Invasi Rusia ke Ukraina
Von der Leyen menyebut pihaknya seger membuat proposal kepada para pemimpin Uni Eropa. Berikut, meminta amandemen untuk meminimalkan dampak tindakan tersebut terhadap ekonomi mereka.
Dalam tindakan baru yang mungkin paling tidak terduga terhadap Putin, kekuatan utama sepakat membatasi kemampuan bank sentral Rusia untuk mengakses cadangan devisanya. Nilainya diperkirakan lebih dari US$600 miliar.
"Ini akan membekukan transaksinya, serta membuat Bank Sentral tidak mungkin melikuidasi asetnya," pungkas Von der Leyen.(AFP/OL-11)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved