Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
JERMAN, Selasa (22/2), menghentikan proyek pipa gas Nord Stream 2 Laut Baltik, yang dirancang untuk menggandakan aliran gas Rusia langsung ke Jerman, setelah Rusia secara resmi mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur.
Proyek energi paling memecah belah di Eropa, senilai US$11 miliar itu, telah selesai pada September, tetapi tidak digunakan lagi menunggu sertifikasi dari Jerman dan Uni Eropa.
Pipa telah ditetapkan untuk mengurangi tekanan pada konsumen Eropa yang menghadapi rekor harga energi di tengah krisis biaya hidup pascapandemi yang lebih luas, dan pada pemerintah yang telah mengeluarkan miliaran untuk mencoba meredam dampak pada konsumen.
Baca juga: Biden Pastikan Pipa Nord Stream 2 akan Berakhir Jika Rusia Invasi Ukraina
Tetapi, Selasa (22/2), harga gas patokan Eropa, saat ini kontrak Maret Belanda, naik 9,8% pada 78,95 euro per megawatt hour (MWh) pada pukul 16.07 GMT, sama seperti harga untuk kuartal keempat, ketika Nord Stream 2 diperkirakan akan dimulai.
Dmitry Medvedev, mantan presiden Rusia dan sekarang wakil ketua Dewan Keamanannya, mencoba mengoleskan garam di luka itu.
"Selamat datang di dunia baru di mana orang Eropa segera harus membayar 2.000 euro per seribu meter kubik!" cicitnya - menyatakan harga akan naik dua kali lipat.
Namun, Presiden Vladimir Putin berjanji Rusia tidak akan mengganggu pasokan gas yang ada.
Kremlin berharap penundaan Nord Stream 2 bersifat sementara, lapor kantor berita Interfax, mengutip juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Jerman mendapat setengah gasnya dari Rusia dan berpendapat Nord Stream 2 terutama merupakan proyek komersial untuk mendiversifikasi pasokan energi untuk Eropa.
Namun, terlepas dari potensi keuntungannya, pipa tersebut telah menghadapi tentangan di Uni Eropa dan dari Amerika Serikat (AS) dengan alasan hal itu akan meningkatkan ketergantungan energi Eropa pada Rusia serta menolak biaya transit ke Ukraina, tuan rumah bagi pipa gas Rusia lainnya, dan membuat negara itu lebih rentan terhadap invasi Rusia.
"Ini adalah perubahan besar bagi kebijakan luar negeri Jerman dengan implikasi besar bagi keamanan energi dan posisi Berlin yang lebih luas terhadap Moskow," kata Marcel Dirsus, rekan non-residen di Institut Kebijakan Keamanan Universitas Kiel.
"Ini menunjukkan Jerman sebenarnya serius untuk mengenakan biaya berat pada Rusia," lanjutnya.
Washington menyambut baik pengumuman Scholz, dengan mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan pemerintah Jerman semalam.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mencuit persetujuannya.
"Ini adalah langkah yang benar secara moral, politik, dan praktis dalam situasi saat ini," katanya. "Kepemimpinan sejati berarti keputusan sulit di masa-masa sulit. Langkah Jerman membuktikan hal itu."
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dia telah meminta kementerian ekonomi untuk memastikan sertifikasi tidak bisa dilakukan sekarang.
"Departemen yang sesuai ... akan membuat penilaian baru tentang keamanan pasokan kami mengingat apa yang telah berubah dalam beberapa hari terakhir," katanya.
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan pasokan gas Jerman dijamin bahkan tanpa Nord Stream 2. Namun, dia mengatakan kepada wartawan di Duesseldorf bahwa harga memang kemungkinan akan naik lebih lanjut dalam jangka pendek.
Raksasa gas milik negara Rusia Gazprom memiliki seluruh pipa tetapi membayar setengah biaya, dengan sisanya ditanggung Shell, OMV Austria, Engie Prancis, serta Uniper dan Wintershall DEA Jerman.
OMV mengatakan, saat ini, tidak melihat perlunya penurunan nilai atas Nord Stream 2 dan sudah mulai menerima pengembalian atas pembiayaannya.
Federal Network Agency - yang mengatur sektor listrik, gas, telekomunikasi, pos dan kereta api Jerman - telah menangguhkan proses sertifikasi pada November, dengan mengatakan Nord Stream 2 harus mendaftar sebagai badan hukum di Jerman.
Analis memperkirakan dia akan mengambil prosedur pada pertengahan tahun setelah operator melakukan seperti yang diminta. (Ant/OL-1)
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved