Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin (21/2) meminta semua pihak yang terkait dalam krisis Ukraina untuk menahan diri dan menghindari tindakan apa pun yang dapat memicu ketegangan, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah yang merdeka.
Dalam sambutan yang sangat singkat pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB atas Ukraina, Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun juga mengatakan Beijing menyambut baik dan mendorong setiap upaya untuk solusi diplomatik terhadap krisis tersebut.
"Semua pihak terkait harus menahan diri dan menghindari tindakan apa pun yang dapat memicu ketegangan. Kami menyambut dan mendorong setiap upaya untuk solusi diplomatik," kata Zhang.
Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Ukraina pada Selasa (22/2) memperingatkan warga negara dan bisnis Tiongkok di Ukraina agar tidak melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang tidak stabil.
Baca juga: AS Pindahkan Semua Diplomatnya dari Ukraina ke Polandia
"Saat ini, situasi di Ukraina timur telah mengalami perubahan besar," kata Kedutaan Tiongkok dalam sebuah pernyataan di situsnya.
"Kedutaan Besar Tiongkok di Ukraina mengingatkan warga Tiongkok dan perusahaan yang didanai Tiongkok di Ukraina untuk memperhatikan pemberitahuan keselamatan yang dikeluarkan secara lokal dan tidak pergi ke daerah yang tidak stabil," terangnya.
Awal bulan ini, negara-negara termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Jerman mengatakan kepada warga negara mereka untuk meninggalkan Ukraina karena khawatir akan invasi yang akan datang oleh Rusia.
Sebaliknya, Tiongkok telah mengatakan kepada warganya di Ukraina untuk mengikuti perkembangan lokal dengan cermat, dan menjaga kedutaannya di Ukraina beroperasi secara normal, sambil mengkritik Amerika Serikat karena meningkatkan ancaman perang. (Straits Times/OL-4)
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Serangan besar Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 23 lainnya. Serangan drone dan rudal terjadi di tengah upaya diplomasi damai.
Jet tempur Jepang cegat pengebom nuklir Rusia Tu-95MS di Laut Jepang. Ketegangan meningkat di tengah sengketa Kepulauan Kuril dan penguatan aliansi militer AS-Jepang.
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menggantikan peran PBB.
AS tidak lagi melihat PBB sebagai pilar stabilitas global, melainkan sebagai beban yang menghalangi dominasi unilateral Washington.
UNITED Nations Global Compact merupakan inisiatif PBB yang mendorong perusahaan di seluruh dunia untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Presiden Donald Trump melontarkan wacana bahwa lembaga barunya, Board of Peace, mungkin akan menggantikan PBB dalam menyelesaikan konflik global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved