Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Mengapa Vatikan Menolak Bergabung dengan Board of Peace Donald Trump?

Haufan Hasyim Salengke
18/2/2026 12:01
Mengapa Vatikan Menolak Bergabung dengan Board of Peace Donald Trump?
Kardinal Pietro Parolin.(Simone Risoluti / Vatican Media / AFP)

TAKHTA Suci Vatikan secara resmi menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam badan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penolakan ini menegaskan sikap Vatikan yang tetap mengutamakan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai otoritas tertinggi dalam resolusi konflik global.

Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menegaskan bahwa pengelolaan krisis internasional seharusnya tetap berada di bawah naungan PBB. Menurutnya, keberadaan lembaga tandingan berisiko mengaburkan mekanisme diplomasi yang sudah ada.

"Bagi kami, ada beberapa isu krusial yang harus diselesaikan. Secara internasional, PBB adalah pihak utama yang mengelola situasi krisis ini. Ini adalah poin yang terus kami tekankan," ujar Kardinal Parolin.

Rivalitas dengan PBB

Board of Peace pertama kali diperkenalkan Trump pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swis, Januari lalu. Awalnya, badan ini dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza dan rekonstruksi wilayah tersebut pascaperang Hamas-Israel. Namun, fungsinya kini meluas menjadi mediator berbagai konflik internasional.

Perluasan wewenang ini memicu kekhawatiran global bahwa Washington sedang berupaya menciptakan lembaga tandingan bagi PBB. Hingga saat ini, 19 negara dilaporkan telah menandatangani piagam pendiriannya dengan syarat kontribusi sebesar US$1 miliar (sekitar Rp16-17 triliun) untuk keanggotaan permanen.

Meski pertemuan perdana dewan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/2), absennya Vatikan--yang dikenal sebagai kekuatan moral diplomasi dunia--dinilai sebagai pukulan bagi legitimasi badan bentukan Trump tersebut. (Times of Israel/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya