Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS), pada Senin (21/2), mengatakan bahwa pihaknya mengirim semua diplomatnya di Ukraina ke Polandia karena kekhawatiran akan keamanan.
Hal itu dilakukan beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia ke dua wilayah yang didukung pemberontak di Ukraina.
Sebelumnya, pemimpin Kremlin itu mengakui kemerdekaan dua wilayah yang dikuasai pemberontak di wilayah Donetsk dan Lugansk di Ukraina.
Putin kemudian menginstruksikan Kementerian Pertahanannya untuk mengambil peran "penjaga perdamaian" di wilayah separatis tersebut.
Baca juga: Presiden Ukraina Tuduh Rusia Hancurkan Upaya Perdamaian
"Hari ini Departemen Luar Negeri kembali mengambil tindakan untuk keselamatan dan keamanan warga AS, termasuk personel kami. Demi alasan keamanan, personel Departemen Luar Negeri yang saat ini berada di Lviv akan bermalam di Polandia," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah penyataan.
"Kami sangat menegaskan kembali rekomendasi kami kepada warga AS untuk segera meninggalkan Ukraina. Situasi keamanan di Ukraina terus tidak dapat diprediksi di seluruh negeri dan dapat memburuk dengan sedikit pemberitahuan," tambahnya.
Langkah itu dilakukan lebih dari sepekan setelah AS memindahkan kedutaannya di Kyiv ke Lviv, dengan alasan percepatan dramatis atas penumpukan pasukan Rusia di perbatasan.
Staf di kedutaan AS di Kiev telah dikurangi secara drastis setelah Amerika Serikat memerintahkan kepergian sebagian besar diplomat dan menghentikan layanan konsuler.
Kehadiran konsuler kecil sudah ada di Lviv, sekitar 70 kilometer (45 mil) dari perbatasan Polandia. (AFP/Nur/OL-09)
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
Pimpinan Komisi I DPR RI mengecam keras aksi bintang film dewasa asal Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, yang dinilai melecehkan bendera Merah Putih.
AYIMUN 19th di Bangkok mempertemukan ratusan generasi muda dari 35 negara untuk belajar diplomasi global melalui lima council internasional.
Yuddy Chrisnandi menyoroti lemahnya peran lembaga internasional seperti PBB, OECD, G20, dan IMF, yang kini menghadapi ujian eksistensi dan relevansi di tengah meningkatnya ketegangan global.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Serangan besar Rusia menghantam Kyiv dan Kharkiv, menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 23 lainnya. Serangan drone dan rudal terjadi di tengah upaya diplomasi damai.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved