Rabu 02 Februari 2022, 14:01 WIB

Putin Tuding Barat Abaikan Kekhawatiran Keamanan Rusia

Nur Aivanni | Internasional
Putin Tuding Barat Abaikan Kekhawatiran Keamanan Rusia

Anatolii STEPANOV / AFP
Tentara Ukraina dengan mengerahkan anjing memburu kelompok separatis pro-Rusia di Desa Verkhnetoretskoye dekat Donetsk, Ukraina.

 

PRESIDEN Vladimir Putin, pada Selasa (1/2), menuduh Barat mengabaikan kekhawatiran Moskow terkait keamanan dan menggunakan Ukraina sebagai alat untuk menekan Rusia.

Putin mengatakan Kremlin sedang mempelajari respons dari Washington dan NATO terhadap tuntutan keamanan Moskow, tetapi itu jauh dari memadai.

Hal Itu merupkan pernyataan publik pertamanya selama berminggu-minggu tentang krisis yang dipicu oleh kekhawatiran atas tuduhan rencana invasi Rusia ke Ukraina.

"Sudah jelas bahwa kekhawatiran mendasar Rusia akhirnya diabaikan," kata Putin kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Moskow.

Baca juga : Rusia tak akan Mundur dalam Hadapi Ancaman Sanksi AS atas Ukraina

Putin mengulangi tuntutan Rusia untuk mendapat jaminan keamanan yang mengikat secara hukum terhadap ancaman ekspansi NATO lebih lanjut dan penyebaran fasilitas serangan di dekat perbatasan Rusia, serta untuk kembalinya NATO ke posisi militer sebelum 1997.

"Tampaknya bagi saya bahwa Amerika Serikat tidak begitu peduli dengan keamanan Ukraina," katanya. "Tugas utamanya adalah menahan perkembangan Rusia," ucapnya.

"Ukraina sendiri hanyalah alat untuk mencapai tujuan ini," tambah Putin.

"Ini dapat dilakukan dengan cara yang berbeda. Menarik kita ke dalam semacam konflik bersenjata. Dan untuk memaksa, antara lain, sekutu mereka di Eropa untuk menjatuhkan sanksi keras terhadap kita," tuturnya.

Tetapi pemimpin Rusia itu mengindikasikan bahwa dia siap untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Barat. "Saya berharap pada akhirnya kami akan menemukan solusi, meskipun tidak sederhana," kata Putin.

Ketegangan antara Rusia dan Barat telah mencapai tingkat yang belum pernah terlihat sejak berakhirnya Perang Dingin setelah Moskow mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasannya dengan Ukraina.

Para pemimpin Barat menuduh Moskow mempersiapkan invasi terhadap tetangganya yang pro-Barat dan memperingatkan konsekuensi berat jika negara itu menyerang Ukraina.

Rusia pun menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana untuk menyerang dan malah mengajukan proposalnya sendiri yang dikatakan akan meredakan ketegangan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Selasa mendesak Rusia untuk segera meredakan ketegangan dan menarik pasukannya dalam panggilan dengan timpalannya dari Rusia Sergei Lavrov.

Lavrov mengatakan Washington telah menyetujui untuk diskusi lebih lanjut tentang tuntutan Moskow. "Mari kita lihat bagaimana perkembangannya," katanya. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Atta Kenare.

Pembicaraan Nuklir Iran Segera Dilanjutkan setelah Buntu Berbulan-bulan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:49 WIB
Selama pembicaraan di Wina yang bertujuan menghidupkan kembali perjanjian itu, Iran berulang kali meminta jaminan dari pemerintahan Biden...
AFP/RUMGAPRES

Lawatan Presiden ke Ukraina dan Rusia Dinilai Strategis Redam Dampak Perang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 20:05 WIB
Presiden Jokowi dinilai tidak hanya berkunjung sebagai Kepala Negara, melainkan juga selaku tuan rumah dari G20...
AFP/Bandar Al-Jaloud/Istana Kerajaan Saudi.

PM Irak Datangi Putra Mahkota Saudi Redam Konflik dengan Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 19:54 WIB
Irak selama setahun terakhir menjadi tuan rumah lima putaran pembicaraan antara dua rival regional itu. Sesi terakhir diadakan pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya