Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, memberikan respons keras terhadap meningkatnya retorika militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan dengan ribuan warga Tabriz di Hussainiyah Imam Khomeini, Teheran, Selasa (17/2) waktu setempat, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi pengerahan armada tempur AS.
Menanggapi pengiriman kapal induk AS ke kawasan tersebut, Khamenei memberikan peringatan simbolis namun tajam. "Meskipun kapal perang adalah perangkat yang berbahaya, yang lebih berbahaya darinya adalah senjata yang mampu mengirim kapal itu ke dasar laut," tegasnya dalam peringatan setahun Pemberontakan Rakyat Tabriz 1978, seperti dilansir kantor berita semiresmi negara Iran, Tasnim.
Khamenei menilai ancaman Washington sebagai tanda keputusasaan dan penurunan supremasi global 'Negeri Paman Sam'. Ia menyebut tuntutan Washington agar Iran menghentikan program rudal dan pengayaan nuklir sebagai tindakan irasional yang melanggar kedaulatan nasional.
"Kepemilikan senjata pencegah (deterrent) adalah kewajiban bagi bangsa kami. Tanpa itu, sebuah negara akan hancur di bawah kaki musuh," ujarnya. Ia juga mempertanyakan logika negosiasi AS yang dinilai sudah menentukan hasil akhir sebelum pembicaraan dimulai--yakni penghapusan total hak nuklir Iran.
Dalam pidatonya, Khamenei juga menyinggung masalah domestik ekonomi dan sosial yang melanda AS sebagai sinyal keruntuhan kekaisaran Amerika Serikat.
Meskipun tensi memanas, Khamenei meminta rakyat Iran untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan percaya diri. Ia meyakini bahwa AS menyadari konsekuensi fatal dan kehancuran reputasi internasional jika mereka melakukan salah kalkulasi militer terhadap Iran. (B-3)
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) harus berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (2/1).
Ratusan tentara AS protes setelah komandan sebut perang Iran adalah nubuat Armagedon dan Donald Trump diurapi Yesus. Simak laporan lengkap MRFF di sini.
Amerika Serikat dilaporkan kehilangan peralatan militer senilai hampir US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun selama operasi militer terhadap Iran sejak Sabtu (28/2).
Iran ancam serang situs nuklir Dimona Israel jika AS-Israel upayakan gulingkan rezim. Korban tewas capai 1.045 jiwa di tengah pantauan IAEA pada situs Isfahan.
87 jenazah awak kapal perang Iran ditemukan mengapung di perairan internasional usai ditenggelamkan pasukan AS. Cek detail evakuasi Angkatan Laut Sri Lanka
Iran menunda upacara perpisahan Ayatollah Ali Khamenei akibat kendala logistik dan ancaman keamanan. Israel ancam bunuh siapapun calon penerus Khamenei.
DPR minta pemerintah menjamin keselamatan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Timur Tengah setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved