Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Balas Ancaman Militer AS, Khamenei: Ada Senjata yang Bisa Tenggelamkan Kapal Induk

Haufan Hasyim Salengke
18/2/2026 13:16
Balas Ancaman Militer AS, Khamenei: Ada Senjata yang Bisa Tenggelamkan Kapal Induk
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei.(Tasnim)

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, memberikan respons keras terhadap meningkatnya retorika militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan dengan ribuan warga Tabriz di Hussainiyah Imam Khomeini, Teheran, Selasa (17/2) waktu setempat, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi pengerahan armada tempur AS.

Menanggapi pengiriman kapal induk AS ke kawasan tersebut, Khamenei memberikan peringatan simbolis namun tajam. "Meskipun kapal perang adalah perangkat yang berbahaya, yang lebih berbahaya darinya adalah senjata yang mampu mengirim kapal itu ke dasar laut," tegasnya dalam peringatan setahun Pemberontakan Rakyat Tabriz 1978, seperti dilansir kantor berita semiresmi negara Iran, Tasnim

Kritik atas Intervensi Nuklir

Khamenei menilai ancaman Washington sebagai tanda keputusasaan dan penurunan supremasi global 'Negeri Paman Sam'. Ia menyebut tuntutan Washington agar Iran menghentikan program rudal dan pengayaan nuklir sebagai tindakan irasional yang melanggar kedaulatan nasional.

"Kepemilikan senjata pencegah (deterrent) adalah kewajiban bagi bangsa kami. Tanpa itu, sebuah negara akan hancur di bawah kaki musuh," ujarnya. Ia juga mempertanyakan logika negosiasi AS yang dinilai sudah menentukan hasil akhir sebelum pembicaraan dimulai--yakni penghapusan total hak nuklir Iran.

Tanda Keruntuhan

Dalam pidatonya, Khamenei juga menyinggung masalah domestik ekonomi dan sosial yang melanda AS sebagai sinyal keruntuhan kekaisaran Amerika Serikat. 

Meskipun tensi memanas, Khamenei meminta rakyat Iran untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan percaya diri. Ia meyakini bahwa AS menyadari konsekuensi fatal dan kehancuran reputasi internasional jika mereka melakukan salah kalkulasi militer terhadap Iran. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya