Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, memberikan respons keras terhadap meningkatnya retorika militer Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Dalam pertemuan dengan ribuan warga Tabriz di Hussainiyah Imam Khomeini, Teheran, Selasa (17/2) waktu setempat, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak gentar menghadapi pengerahan armada tempur AS.
Menanggapi pengiriman kapal induk AS ke kawasan tersebut, Khamenei memberikan peringatan simbolis namun tajam. "Meskipun kapal perang adalah perangkat yang berbahaya, yang lebih berbahaya darinya adalah senjata yang mampu mengirim kapal itu ke dasar laut," tegasnya dalam peringatan setahun Pemberontakan Rakyat Tabriz 1978, seperti dilansir kantor berita semiresmi negara Iran, Tasnim.
Khamenei menilai ancaman Washington sebagai tanda keputusasaan dan penurunan supremasi global 'Negeri Paman Sam'. Ia menyebut tuntutan Washington agar Iran menghentikan program rudal dan pengayaan nuklir sebagai tindakan irasional yang melanggar kedaulatan nasional.
"Kepemilikan senjata pencegah (deterrent) adalah kewajiban bagi bangsa kami. Tanpa itu, sebuah negara akan hancur di bawah kaki musuh," ujarnya. Ia juga mempertanyakan logika negosiasi AS yang dinilai sudah menentukan hasil akhir sebelum pembicaraan dimulai--yakni penghapusan total hak nuklir Iran.
Dalam pidatonya, Khamenei juga menyinggung masalah domestik ekonomi dan sosial yang melanda AS sebagai sinyal keruntuhan kekaisaran Amerika Serikat.
Meskipun tensi memanas, Khamenei meminta rakyat Iran untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan percaya diri. Ia meyakini bahwa AS menyadari konsekuensi fatal dan kehancuran reputasi internasional jika mereka melakukan salah kalkulasi militer terhadap Iran. (B-3)
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) harus berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (2/1).
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Iran berencana menyerang pusat data dan infrastruktur serat optik di negara Arab yang digunakan militer AS. Ketegangan Timur Tengah meningkat pascaserangan Israel.
Presiden Masoud Pezeshkian ungkap 3 syarat akhiri perang dengan AS dan Israel. Militer Iran ancam serang titik ekonomi di Teluk Persia jika pelabuhan diincar.
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved