Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp16.725 Imbas Tensi Global

 Gana Buana
02/1/2026 16:07
Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp16.725 Imbas Tensi Global
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.725(Antara)

PERGERAKAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) harus berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (2/1). Mata uang Garuda tercatat melemah 38 poin atau setara 0,23 persen ke level Rp16.725 per dolar AS.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah didominasi oleh faktor eksternal yang penuh ketidakpastian. Eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia menjadi sentimen negatif yang memberatkan langkah mata uang negara berkembang.

Di Eropa Timur, konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas pasca-Tahun Baru dengan aksi saling serang yang menyasar warga sipil, di tengah upaya diplomasi Presiden AS Donald Trump. Sementara di Timur Tengah, ancaman perang skala penuh yang melibatkan Iran, AS, dan Israel semakin nyata, ditambah sanksi baru AS terhadap sektor energi Venezuela yang memicu kekhawatiran pasokan global.

Ketidakpastian The Fed dan Data Domestik

Selain faktor perang, pasar juga merespons risalah pertemuan The Federal Reserve (The Fed) bulan Desember. Para pejabat bank sentral AS tersebut terpecah suara mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan; sebagian menginginkan penahanan suku bunga, sementara yang lain membuka opsi pemangkasan lanjutan jika inflasi melandai.

"Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu," jelas Ibrahim di Jakarta, Jumat (2/1).

Di sisi lain, fundamental ekonomi domestik sebenarnya menunjukkan ketahanan. Sektor manufaktur Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja positif. S&P Global mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Desember berada di level 51,2.

Meski angka ini melambat dibandingkan capaian November yang menyentuh 53,3, industri pengolahan nasional tercatat masih berada dalam fase ekspansi selama lima bulan berturut-turut. Peningkatan penjualan didorong oleh peluncuran produk baru dan perluasan basis pelanggan, meskipun pesanan ekspor masih mengalami kontraksi.

Melihat dinamika tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan awal pekan depan masih akan fluktuatif. Mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.720 hingga Rp16.750 per dolar AS. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya