Kamis 13 Januari 2022, 13:15 WIB

AS Punya Opsi Sanksi untuk Rusia Jika Serang Ukraina

 Nur Aivanni | Internasional
AS Punya Opsi Sanksi untuk Rusia Jika Serang Ukraina

Anatolii STEPANOV / AFP
Pasukan Pertahanan Terirori Ukraina yang merupakan pesukan cadangan Angkatan Bersenjata Ukraina berpatroli di Avdiivka, Donetsk, Ukraina.

 

AMERIKA Serikat (AS) sebagian besar telah menetapkan opsi sanksi terhadap Rusia jika negara tersebut menyerang Ukraina dan akan siap untuk menjatuhkannya segera setelah ada tank yang meluncur.

Pada Rabu (12/1), para pejabat senior pemerintah Biden, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada sekelompok kecil wartawan bahwa sanksi tersebut sejalan dengan janji Presiden AS Joe Biden untuk memukul Rusia dengan konsekuensi ekonomi yang parah jika menyerang Ukraina.

"Kami tidak hanya memiliki opsi yang teoretis dengan memo yang ditulis tentang mereka," kata seorang pejabat. "Kami memiliki target sanksi yang siap untuk dikeluarkan seperti yang Anda katakan ketika tank melintasi perbatasan," ucapnya.

Para pejabat tidak akan menjelaskan tindakan yang siap diambil itu, tetapi sumber lain mengatakan diskusi dengan sekutu dan mitra di Eropa dan Asia termasuk berbagai pembatasan perdagangan yang sedang dipertimbangkan.

Pembatasan yang sedang dipertimbangkan dapat memengaruhi produk AS yang diekspor ke Rusia dan produk buatan luar negeri tertentu yang tunduk pada yurisdiksi AS.

Rusia dapat ditambahkan ke kelompok negara yang paling ketat untuk tujuan kontrol ekspor, bersama dengan Kuba, Iran, Korea Utara, dan Suriah. Tindakan itu juga dapat membatasi ekspor produk yang dibuat di luar negeri jika mengandung lebih dari persentase tertentu dari konten AS.

AS juga mencari berbagai opsi untuk membantu Ukraina jika Rusia menghentikan pasokan energi, menurut seorang pejabat.

Mereka mengatakan AS yakin bahwa sekutu Eropa akan setuju untuk menjatuhkan hukuman ekonomi yang berat pada Rusia jika menyerang Ukraina.

Dikatakan pejabat itu, ketika para pejabat Eropa menjadi semakin sadar akan parahnya ancaman yang akan dihasilkan dari invasi Rusia ke Ukraina, mereka menjadi "lebih terus terang" tentang perlunya tanggapan yang kuat.

Dengan pasokan energi Ukraina berpotensi terputus dan Eropa juga terpengaruh oleh invasi apapun, pejabat itu mengatakan Washington menyadari dampak potensial dari pengurangan pasokan energi Rusia.

"Kami bekerja sangat keras untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko tersebut dengan berbagai opsi darurat dan kami melakukan semua itu dalam konsultasi yang sangat erat dengan Eropa," kata pejabat itu.

Pejabat tersebut menolak untuk merinci opsi tersebut, tetapi sumber yang mengetahui diskusi tersebut menyebutkan ada persediaan gas alam di atas rata-rata di Asia dan bahwa Norwegia adalah produsen utama gas alam cair.

Belanda, Italia dan Qatar juga memiliki pasokan, serta AS menurut sumber itu. (CNA/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Joao Paulo Guimaraes

Brasil Catat 135.080 Kasua Baru Covid-19 dalam Tempo 24 Jam

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 24 Januari 2022, 09:32 WIB
Lebih dari 24 juta kasus covid-19 telah tercatat di Brasil sejak kasus infeksi virus korona terdeteksi di negara itu, dengan total 623.097...
Ist/OJK

Penguatan Sektor Jasa Keuangan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 09:27 WIB
OJK mencatat selama tahun 2021 stabilitas sektor keuangan dalam kondisi terjaga dengan kinerja industri jasa keuangan yang terus...
 Handout / Taiwan

Lagi, Taiwan Laporkan Sejumlah Pesawat Tempur Tiongkok Lakukan Ancaman

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 24 Januari 2022, 09:12 WIB
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Tiongkok mengerahkan 34 pesawat tempur ditambah empat pesawat perang elektronik dan satu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya