Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
REPORTERS Without Borders (RSF) mengungkapkan bahwa saat ini ada 488 profesional media yang dipenjara di seluruh dunia, jumlah tertinggi sejak LSM tersebut mulai menghitung lebih dari 25 tahun yang lalu.
Sebaliknya, jumlah yang tewas tahun ini sebanyak 46 orang, adalah yang terendah sejak mereka mulai mengeluarkan penghitungan tahunan, karena stabilisasi relatif konflik di Timur Tengah.
"Jumlah wartawan yang ditahan sehubungan dengan pekerjaan mereka tidak pernah setinggi ini sejak RSF mulai menerbitkan rangkuman tahunannya pada tahun 1995," kata LSM yang memperjuangkan kebebasan pers tersebut dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/12).
Jumlahnya meningkat sekitar 20% selama tahun lalu sebagian besar berkat tindakan keras terhadap media di Myanmar, Belarus, dan Hong Kong.
RSF juga mengatakan belum pernah melihat begitu banyak jurnalis wanita ditahan, dengan jumlah keseluruhan 60 mewakili sepertiga lebih banyak dari tahun 2020.
Tiongkok menjadi negara yang paling banyak menjebloskan wartawan ke penjara dengan 127 wartawan.
Sebagian besar berkat undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan di Hong Kong yang mengekang kebebasan berbicara dan tak memberi ruang bagi demokrasi yang sudah berlangsung lama.
Pengadilan rakyat
Myanmar berada di urutan kedua dengan 53, diikuti oleh Vietnam 43, Belarus 32 dan Arab Saudi 31.
Penurunan jumlah kematian wartawan sejak puncaknya pada tahun 2016 mencerminkan dinamika yang berubah di Suriah, Irak, dan Yaman, di mana berkurangnya konflik berarti lebih sedikit jurnalis yang tertarik ke wilayah tersebut.
Sebagian besar dari 46 pembunuhan adalah pembunuhan berencana, "65% sengaja ditargetkan dan dihilangkan," kata laporan itu.
Negara-negara paling berbahaya sekali lagi adalah Meksiko dan Afghanistan, dengan masing-masing tujuh dan enam kematian jurnalis, diikuti oleh Yaman dan India dengan masing-masing empat kematian.
RSF juga menghitung 65 wartawan dan koleganya disandera di seluruh dunia.
Semuanya berada di Timur Tengah, Suriah 44, Irak 11, dan Yaman 9, selain jurnalis Prancis Olivier Dubois, yang ditahan di Mali sejak April.
Sebuah pengadilan rakyat untuk mencapai keadilan bagi jurnalis yang terbunuh dibuka di Den Haag bulan lalu untuk membela kebebasan media di zaman meningkatnya otoritarianisme dan populisme.
Dibentuk oleh koalisi organisasi kebebasan pers, audiensi yang berlangsung enam bulan akan fokus pada kasus yang belum terpecahkan dari tiga jurnalis yang dibunuh di Meksiko, Sri Lanka, dan Suriah.
Meskipun tidak memiliki kekuatan hukum untuk menghukum siapa pun, pengadilan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, menekan pemerintah, dan mengumpulkan bukti melalui apa yang disebutnya sebagai keadilan akar rumput.
Pengadilan tersebut diselenggarakan Free Press Unlimited (FPU), Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), dan Reporters Without Borders. (Aiw/France24/OL-09)
DIREKTUR Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus merupakan sikap antidemokrasi dan ketidakmauan menerima kritik.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Demokrasi menuntut semua pihak menjunjung tinggi sikap saling menghormati, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan.
Yusril menyatakan bahwa pembela Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, sehingga keselamatan mereka harus dijamin oleh hukum.
SERANGAN gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran telah mengguncang politik global
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Tiga jurnalis tewas akibat serangan udara Israel di Libanon Selatan, Sabtu (28/3). CPJ kecam keras tuduhan Israel yang menyebut jurnalis sebagai kombatan tanpa bukti sah.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Laporan terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis (IKJ) 2025 mengungkapkan penurunan skor menjadi 59,5%, turun sekitar 0,9 hingga 1 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum penguatan perlindungan hukum dan konstitusional bagi kebebasan pers di Indonesia.
Taipan media Jimmy Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan keamanan nasional. Dunia internasional kini menanti langkah Donald Trump.
Mahkamah Agung Israel menunda putusan petisi FPA. Zionis bersikeras melarang jurnalis asing masuk Gaza dengan alasan keamanan meski perang sudah berjalan dua tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved