Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN pemukiman Israel yang sedang berlangsung, termasuk keputusan membangun 1.058 rumah di Tepi Barat, akan mendorong kepemimpinan Palestina untuk mempercepat pelaksanaan ultimatum yang diumumkan oleh Presiden Mahmoud Abbas selama pidatonya di Majelis Umum PBB pada September.
Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, mengatakan itu, Sabtu (4/12), dilansir dari kantor berita Palestina, Wafa. Dalam pidatonya sebelum sesi ke-76 Majelis Umum PBB di New York pada 24 September, Presiden Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Israel, kekuatan pendudukan, memiliki waktu satu tahun untuk menarik diri dari wilayah Palestina yang didudukinya pada 1967, termasuk Jerusalem Timur.
Abbas berargumen bahwa jika kondisi itu tidak terpenuhi, pengakuan atas Palestina terkait perbatasan pada 1967 mungkin bisa dipertanyakan. "Pemerintah ekstremis Israel berusaha berpacu dengan waktu untuk memaksakan fakta di lapangan dan mencegah pembentukan negara Palestina yang berbatasan secara geografis dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya," ucap Abu Rudeineh memperingatkan dalam suatu pernyataan.
"Jika komunitas internasional, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, ingin mempertahankan solusi dua negara, harus melampaui kutukan dan mengambil langkah-langkah praktis untuk mencegah pemerintah Israel menerapkan rencana pemukiman berbahaya. Jika rencana itu diterapkan akan mendorong wilayah menjadi lebih banyak ketegangan, kekerasan, dan ketidakstabilan," katanya.
Baca juga: Israel Lepaskan Jenazah Warga Palestina setelah Ditahan 18 Bulan
"Semua pemukiman itu ilegal dan akan hilang dari tanah Palestina, berapa pun biayanya. Israel harus sadar bahwa kebijakan pemukiman dan pencurian tanah tidak akan membawa keamanan dan stabilitas bagi rakyatnya. Satu-satunya cara ialah mengakui hak-hak rakyat Palestina atas kebebasan dan kemerdekaan," pungkas Abu Rudeineh. (OL-14)
Indonesia bersama negara Arab dan Islam kecam keras penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Larangan Tarawih & Itikaf pertama sejak 1967. Simak pernyataan resminya.
Pasukan Israel tutup Masjid Al-Aqsa 11 hari berturut-turut di Ramadan 2026. Pertama kali sejak 1967, salat Tarawih dan I'tikaf dilarang di situs suci.
OKI kutuk keras terorisme pemukim Israel di Tepi Barat dan penutupan Masjid Al-Aqsa selama 8 hari. Desak sanksi internasional atas pelanggaran hukum humaniter.
Serangan pemukim Israel di Tepi Barat tewaskan 3 warga Palestina di Abu Falah. Militer Israel sebut insiden ini tak bisa ditoleransi. Simak kronologinya.
Menlu Tiongkok Wang Yi tegaskan hak Palestina terbebas dari perang & kritik dominasi Board of Peace (BoP) di Gaza. Simak pernyataan lengkapnya di sini.
Presiden Prabowo Subianto apresiasi Baznas atas kontribusi besarnya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Sutradara Children of Heaven Majid Majidi sebut Iran simbol perlawanan masyarakat tertindas di tengah perang 2026. Simak pesan moralnya untuk dunia di sini.
Pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi tegaskan dukungan penuh untuk Iran melawan agresi AS-Israel. Konflik 2026 memanas, Houthi siap hadapi segala perkembangan.
Peringatan tahun ini juga diwarnai suasana duka mendalam menyusul kabar gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Ribuan orang saat itu berkumpul membawa bendera serta spanduk bertuliskan 'mati untuk Amerika dan mati untuk Israel'.
PERAN Iran versus Israel dan Amerika akan memberi dampak besar bagi Indonesia. Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Probo Darono Yakti menjelaskan
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kali tampil sejak konflik AS-Israel melawan Iran pecah. Netanyahu mengungkap ambisi akan menggulingkan rezim Mojtaba Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved