Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH ledakan mengguncang ibu kota Tehran pada Jumat (13/3), berdekatan dengan aksi massa propemerintah yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi Iran.
Insiden itu terjadi di tengah eskalasi serangan antara Iran dan Israel yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Beberapa kali dentuman keras dilaporkan terdengar di langit kota. Militer Israel menyatakan telah menyerang lebih dari 200 target di wilayah barat dan tengah Iran dalam 24 jam terakhir.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya satu orang tewas setelah ledakan terjadi di area dekat demonstrasi pro-pemerintah. Ribuan orang saat itu berkumpul membawa bendera serta spanduk bertuliskan 'mati untuk Amerika dan mati untuk Israel'.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang hadir dalam aksi tersebut menilai serangan itu menunjukkan kepanikan pihak lawan.
“Serangan ini dilakukan karena rasa takut dan keputusasaan. Pihak yang benar-benar kuat tidak akan mengebom demonstrasi,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah.
Aksi itu digelar untuk memperingati Hari Quds, yang jatuh pada Jumat terakhir bulan Ramadan. Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga terlihat menghadiri kegiatan tersebut. (AFP/P-3)
Lima orang tewas dalam dua ledakan gas terpisah di Iran. Insiden ini terjadi saat Presiden Trump mengeklaim sedang menjalin negosiasi dengan Teheran.
Pelabuhan yang memiliki peran strategis itu terletak di provinsi Hormozgan di selatan, sekitar 15 kilometer (9,3 mil) sebelah barat daya dari Pelabuhan Bandar Abbas.
Terdapat 385 WNI berada di Iran. Dari jumlah itu, kata dia, tidak ada yang tinggal di Bandar Abbas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved