Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA lima orang dilaporkan tewas dalam dua ledakan terpisah di Iran yang diduga kuat akibat kebocoran gas. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional serta pernyataan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya pembicaraan antara Washington dan Teheran.
Ledakan pertama menghantam sebuah gedung hunian delapan lantai di kota pelabuhan Bandar Abbas, pesisir Teluk. Otoritas setempat melaporkan satu orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Kepala pemadam kebakaran setempat, Mohammad Amin Liaqat, menyebutkan penilaian awal menunjukkan ledakan dipicu penumpukan gas.
Ledakan tersebut dilaporkan menghancurkan dua lantai gedung, serta merusak sejumlah kendaraan dan toko di area Boulevard Moallem. Pihak berwenang juga membantah rumor di media sosial yang mengeklaim serangan tersebut menargetkan komandan angkatan laut Korps Garda Revolusi.
Sementara itu, ledakan kedua terjadi di lingkungan Kianshahr, Kota Ahvaz, dekat perbatasan Irak. Tehran Times melaporkan empat orang tewas dalam insiden tersebut. Petugas darurat berhasil menyelamatkan seorang anak yang terjebak di bawah reruntuhan dan segera membawanya untuk perawatan medis.
Di balik musibah domestik ini, tensi diplomatik antara Iran dan AS menunjukkan dinamika baru. Presiden Donald Trump mengeklaim Iran sedang menjalin komunikasi dengan pihaknya.
"Mereka sedang bernegosiasi," ujar Trump kepada Fox News pada Sabtu (31/1/2026). Meski demikian, ia menegaskan tetap menyiagakan armada besar di wilayah Teluk sebagai bentuk tekanan agar Teheran segera menyepakati perjanjian nuklir baru. "Kita lihat saja apakah kita bisa melakukan sesuatu, jika tidak, kita lihat apa yang terjadi."
Menanggapi situasi tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan peperangan. Dalam panggilan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Pezeshkian menyatakan bahwa konflik tidak akan menguntungkan pihak mana pun maupun kawasan secara luas.
Langkah de-eskalasi juga terlihat dari pertemuan Kepala Dewan Keamanan Nasional Agung Iran, Ali Larijani, dengan Perdana Menteri Qatar di Teheran. Larijani menyebut pengaturan struktural untuk negosiasi terus mengalami kemajuan, meski ada kebisingan di media.
Namun, Teheran memberikan batasan tegas. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan keterbukaan untuk berbicara dengan AS asalkan didasari rasa hormat, namun menekankan bahwa sistem pertahanan rudal mereka "tidak akan pernah" menjadi subjek negosiasi.
Situasi ini semakin pelik dengan isu hak asasi manusia di dalam negeri Iran. Trump memperingatkan Teheran untuk menghentikan tindakan keras terhadap demonstran. Berdasarkan data Human Rights Activists News Agency, lebih dari 6.300 orang dikonfirmasi tewas sejak kerusuhan melanda Iran pada akhir Desember lalu. (BBC/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved