Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB

Amerika Serikat Menentang Rencana Pemukiman Baru, Israel Jalan Terus?

Mediaindonesia.com | Internasional
Amerika Serikat Menentang Rencana Pemukiman Baru, Israel Jalan Terus?

AFP/Timothy A Clary.
Linda Thomas-Greenfield.

 

AMERIKA Serikat memperingatkan bahwa pembangunan permukiman Israel menggagalkan resolusi dua negara Palestina-Israel untuk konflik tersebut. Komite Perencanaan Distrik Kementerian Dalam Negeri tengah bersiap untuk memperdebatkan proyek perumahan 9.000 unit di lingkungan Atarot di Jerusalem timur.

"Ketidaksetujuan AS terhadap perluasan pemukiman telah berlangsung beberapa dekade. Ini bukan hal baru bagi kami," kata Duta Besar Amerika untuk PBB Linda Thomas-Greenfield kepada Dewan Keamanan pada Selasa (30/11) saat mengadakan pertemuan bulanan mengenai konflik Israel-Palestina sebagaimana dilansir Jerusalem Post.

Dia ingin, bagaimanapun, bahwa praktik itu telah mencapai titik kritis dan bahkan sekarang merusak kelangsungan dari solusi dua negara yang dinegosiasikan. Pekan lalu Israel telah memberi tahu AS bahwa proyek Atarot tidak akan dilanjutkan. Seorang pejabat senior Israel menjelaskan bahwa ini berarti hal tersebut tidak akan melampaui tingkat diskusi Kementerian Dalam Negeri setidaknya selama satu tahun. Pejabat lain mengatakan bahwa persoalan itu bahkan tidak akan pindah ke tingkat diskusi.

Jadwal sidang 6 Desember awalnya dihapus dari internet pekan lalu setelah Israel berjanji kepada AS bahwa proyek tersebut tidak akan dilanjutkan. Kini sidang itu telah ditempatkan kembali sesuai jadwal. Pada pertemuan tersebut, komite itu akan membahas rencana tersebut atau tidak untuk langkah yang memungkinkannya disiapkan untuk persetujuan akhir.

LSM sayap kiri Ir Amim menuduh Israel membatalkan janjinya kepada AS dengan mengizinkan Komite Distrik mengadakan pertemuan 6 Desember. "Sementara pihak berwenang Israel mungkin mencoba untuk mengabaikan diskusi yang akan datang sebagai langkah birokrasi yang membosankan dalam proses persetujuan yang panjang. Itu tahap yang diperlukan dalam persetujuan akhir rencana dan memang memajukan rencana satu langkah lebih dekat ke validasi penuh," kata Ir Amim.

Rumah-rumah itu direncanakan akan dibangun di lokasi bekas bandara Kalandia yang beroperasi dari 1924 hingga 2000. Rumah itu diapit di antara dua lingkungan Palestina di Jerusalem timur.

Penentang rencana Atarot--Otoritas Palestina, komunitas internasional, dan sayap kiri Israel--berpendapat bahwa proyek ini akan semakin memecah lingkungan Palestina Jerusalem timur satu sama lain. Ini, menurut mereka, akan membuat Jerusalem timur tidak mungkin menjadi ibu kota masa depan negara Palestina.

Israel berpendapat bahwa Jerusalem ialah ibu kota persatuannya dan akan tetap menjadi ibu kota persatuannya dalam setiap resolusi konflik dengan Palestina. Tetapi pemerintah terpecah dalam hal ini, dengan partai Meretz percaya pada Jerusalem yang terbagi dan partai Yamina pimpinan Perdana Menteri Naftali Bennett menolak negara Palestina sama sekali.

Baca juga: Arab Saudi, OKI Kecam Presiden Israel Paksa Masuk Masjid Ibrahimi

Rencana perdamaian mantan Presiden AS Donald Trump mendukung retensi Israel atas sebagian besar Jerusalem, kecuali beberapa lingkungan Palestina yang terletak di luar rute penghalang keamanan. Atarot berbatasan dengan penghalang di sisi Israel. Bahkan rencana Trump, bagaimanapun, menyarankan bahwa situs tersebut harus digunakan sebagai tempat wisata bagi umat Islam yang ingin mengunjungi Jerusalem. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Ina Fassbender.

Israel Beli Tiga Kapal Selam Jerman usai Didera Isu Korupsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 17:55 WIB
Kesepakatan baru termasuk pembelian tiga kapal selam Dakar. Yang pertama akan dikirim ke angkatan laut Israel dalam waktu sembilan...
AFP

Biden Peringatkan akan Bencana bagi Rusia jika Menginvasi Ukraina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 20 Januari 2022, 15:04 WIB
Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia yakin Putin akan menguji para pemimpin...
AFP/Ahmad Gharabli.

Prancis, Jerman, Italia, Spanyol Desak Israel Setop Pemukiman Ilegal

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 13:40 WIB
Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia mengutuk keras tindakan Israel yang mengusir paksa keluarga Salhiya dari rumah dan tanahnya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya