Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) akan membantu pembiayaan wartawan di luar negeri yang diguat ke pengadilan karena pekerjaan mereka, sebagai bagian dari kampanye mendukung demokrasi. Hal itu diungkapkan Kepala USAID Samantha Power, Kamis (4/11).
Power, yang merupakan mantan wartawan, mengatakan Presiden Joe Biden tengah menyusun Global Defamation Defense Fund untuk menangkal upaya membungkam para wartawan.
"Kami akan membiayai wartawan agar bisa bertahan hidup dari gugatan yang dilakukan para otokrat dan oligark yang berupaya mematikan usaha mereka," ujar Power.
Baca juga: AS Jual Rudal Canggih ke Arab Saudi Senilai Rp9,3 Triliun
"Demokrasi harus bekerja keras saat otokrat semakin cerdas dalam upaya mereka mengendalikan dan memanipulasi warga. Kita haris membantu mendukung media yang bebas dan adil dalam membuat para pemimpin negara lebih bertanggung jawab," lanjutnya.
Namun, Power tidak menjelaskan bagaimana cara mendapatkan dana tersebut atau di negara mana saja dana itu bisa digunakan. (AFP/OL-1)
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat langsung digugat secara perdata maupun pidana atas karya jurnalistiknya, sepanjang karya tersebut merupakan produk jurnalistik.
Putusan MK menegaskan bahwa perlindungan terhadap wartawan bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik.
MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers terkait perlindungan hukum terhadap wartawan.
DI tengah kabut duka bencana yang masih menyelimuti Kabupaten Tapanuli Utara dan sejumlah wilayah Sumatera, komitmen wartawan untuk menjaga profesionalisme tak goyah.
Aspek HAM pada Astacita pertama merupakan komitmen yang kuat pemerintahan saat ini untuk membangun peradaban baru.
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved