Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett akan terbang ke Sochi di Rusia pada minggu depan. Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk sejumlah pembicaraan, termasuk mengenai program nuklir Iran.
Itu dikatakan kantor Naftali Bennett pada Selasa (12/10). Moskow merupakan salah satu penanda tangan kesepakatan 2015 yang memberikan keringanan sanksi bagi Iran dengan imbalan batasan kemampuan nuklirnya.
"Keduanya akan membahas serangkaian masalah diplomatik, keamanan, dan ekonomi yang melibatkan kedua negara, serta masalah regional yang penting, terutama program nuklir Iran," kata kantor Bennett. Mantan presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi keras sehingga membuat Teheran secara bertahap membatalkan komitmennya berdasarkan perjanjian.
Bennett mengatakan kepada Majelis Umum PBB bulan lalu bahwa Israel tidak akan mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir. Teheran menangkisnya dengan mengkklaim program nuklirnya untuk tujuan damai.
Inggris, Tiongkok, Prancis, dan Jerman juga merupakan pihak dalam perjanjian 2015. Setelah Presiden AS Joe Biden menjabat, pembicaraan dimulai di Wina pada April untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu, tetapi mereka telah ditangguhkan sejak Juni ketika Iran memilih Ebrahim Raisi yang ultrakonservatif sebagai presiden.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan di Moskow pekan lalu, selama pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, bahwa ia mengharapkan diskusi untuk segera dimulai lagi di Austria. Lavrov mengatakan negosiasi harus dilanjutkan sesegera mungkin dan meminta Washington untuk kembali ke kewajibannya berdasarkan perjanjian tersebut.
Kunjungan resmi ke Rusia itu menjadi yang pertama bagi Bennett sejak menjabat pada Juni, setelah 12 tahun berturut-turut pendahulunya Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri. Netanyahu telah mengatakan tentang persahabatannya dengan Putin dan sering berkunjung ke Rusia.
Baca juga: Israel Gandakan Penjualan Air Tawar ke Yordania
Putin mengucapkan selamat kepada Bennett setelah dia dilantik dan mengatakan bahwa kerja sama Rusia-Israel akan membantu memperkuat perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah. (AFP/OL-14)
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved