Kamis 07 Oktober 2021, 16:58 WIB

AS Kecewa Saudi Tetapkan Hukuman 20 Tahun untuk Kritikus Twitter

Mediaindonesia.com | Internasional
 AS Kecewa Saudi Tetapkan Hukuman 20 Tahun untuk Kritikus Twitter

AFP/Andrew Harnik.
Ned Price.

 

AMERIKA Serikat pada Rabu (6/10) mengkritik sekutunya Arab Saudi karena menetapkan hukuman penjara 20 tahun pada seorang pekerja bantuan yang dituduh men-tweet menentang pemerintah.

"Kami kecewa dengan konfirmasi hukuman kepada Abdulrahman al-Sadhan karena secara damai menggunakan haknya untuk kebebasan berekspresi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

"Kami telah memantau kasusnya dengan cermat dan prihatin dengan tuduhan bahwa Tuan al-Sadhan menjadi sasaran penganiayaan bahwa dia tidak dapat berkomunikasi dengan anggota keluarga dan jaminan pengadilan yang adil tidak dihormati," katanya dalam suatu pernyataan.

Seorang karyawan Bulan Sabit Merah, Sadhan, dibawa pergi dari kantornya di Riyadh pada Maret 2018 akibat akun Twitter anonim berisi kritik terhadap penguasa kerajaan ultrakonservatif, menurut keluarganya. Dia pertama kali dijatuhi hukuman pada April tahun ini yang juga memicu kecaman oleh Amerika Serikat.

 
Adiknya, Areej al-Sadhan, seorang warga negara AS, menulis di Twitter pada Selasa bahwa pengadilan banding mengonfirmasi hukuman 20 tahun diikuti dengan larangan perjalanan 20 tahun.

Berbicara pada acara berjaga minggu lalu di Washington, dia menuduh pemerintahan Presiden Joe Biden memungkinkan putusan dengan tidak mengambil tindakan yang berarti terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, meskipun menemukan dia bertanggung jawab atas pembunuhan penulis Saudi yang berbasis di AS Jamal Khashoggi.

Dia mengatakan bahwa sipir Saudi hampir membunuh saudara laki-lakinya, menghancurkan tangannya, dan berkata, "'Apakah ini tangan yang anda gunakan untuk menge-tweet?'"

 
Pemerintahan Biden telah berulang kali berjanji untuk meningkatkan hak asasi manusia dengan Saudi. Akan tetapi para aktivis mengkritik penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, karena bertemu Putra Mahkota Mohammed pekan lalu untuk pembicaraan tentang perang di Yaman. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Perusahaan Israel Kembangkan Kamera Badan untuk Identifikasi Wajah

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 15:45 WIB
Raksasa teknologi AS mundur dari menyediakan teknologi itu kepada polisi. Alasannya, risiko...
AFP/Angela Weiss.

Iran Peroleh kembali Suaranya di PBB usai Korsel Bayar Tunggakannya

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 23 Januari 2022, 15:25 WIB
Kantor PBB Seoul tidak dapat dihubungi untuk dimintai pernyataan di luar jam...
AFP.

Beijing Lakukan Pengujian Covid-19 pada Klaster 2 Juta Orang

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 23 Januari 2022, 13:50 WIB
Otoritas setempat telah mengidentifikasi distrik Fengtai di Beijing selatan sebagai pusat klaster dari enam infeksi baru yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya