Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Australia Scott Morrison menegaskan bahwa dirinya tidak mau berbicara dengan Presiden Prancis di sidang umum PBB pada pekan ini.
Sekalipun Prancis tengah panas atas pembatalan kontrak pertahanan senilai US$40 miliar, yang dapat mengancam kesepakatan perdagangan Australia-Uni Eropa. Diketahui pada pekan lalu, Australia membatalkan kesepakatan dengan Grup Angkatan Laut Prancis untuk membangun armada kapal selam konvensional.
Baca juga: Uni Eropa Dukung Kemarahan Prancis terhadap AS
Negara tersebut malah berencana membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Langkah itu diambil setelah mencapai kemitraan keamanan trilateral dengan kedua negara tersebut.
Pembatalan kesepakatan memicu kemarahan Prancis, yang menuduh Australia dan AS sengaja menikam dari belakang. Sebagai tindak lanjut, Prancis pun menarik duta besarnya dari Canberra dan Washington.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden berusaha untuk berbicara dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meredakan ketegangan. Di lain sisi, Morrison enggan melakukan pertemuan bilateral terpisah dengan pemimpin Prancis.
Baca juga: BTS Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, Ini Pesannya
"Saat ini, tidak ada kesempatan untuk itu. Saya yakin kesempatan itu akan datang pada waktunya," ungkap Morrison kepada wartawan di New York.
Negara-negara Uni Eropa menyatakan solidaritas terhadap Prancis, yang dapat mengancam tawaran Australia untuk kesepakatan perdagangan bebas dengan blok tersebut. Australia dan Uni Eropa diketahui akan mengadakan putaran pembicaraan berikutnya tentang kesepakatan perdagangan pada 12 Oktober.(MalayMail/OL-11)
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Presiden Emmanuel Macron bantah klaim Donald Trump. Prancis pastikan tidak kirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah perang Iran-AS-Israel 2026.
Prancis tengah mengupayakan misi gabungan untuk menjamin keamanan kapal tanker di Selat Hormuz pascablokade Iran. Menlu Prancis bawa inisiatif ini ke Uni Eropa.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
PENGAMAT kebijakan publik Gian Kasogi mengatakan, peran menteri pertahanan sebaiknya fokus untuk menangani isu soal keamanan dan pertahanan nasional.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran satuan-satuan tempur sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Pemerintah Inggris dikritik lantaran bergerak dalam kecepatan lambat terkait pertahanan domestik,
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved