Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH laporan terbaru menyatakan bahwa Inggris tidak memiliki rencana untuk mempertahankan tanah air dan wilayah seberang laut, menggarisbawahi kekhawatiran serius tentang kesiapan negara menghadapi ancaman modern.
Ketua komite, Tan Dhesi, memperingatkan bahwa Inggris tidak boleh menutup mata ketika Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan agresi dan sekutu Eropa terus bergantung pada perlindungan Amerika Serikat (AS)
Dokumen tersebut juga mengkritik Pemerintah lantaran bergerak dalam kecepatan lambat terkait pertahanan domestik, serta menilai bahwa penguatan keamanan nasional belum menjadi prioritas utama.
"Kami telah berulang kali mendengar kekhawatiran tentang kemampuan Inggris untuk mempertahankan diri dari serangan. Pemerintah harus bersedia menghadapi kesulitan dan memprioritaskan pertahanan dan ketahanan dalam negeri," kata Dhesi.
Temuan ini merupakan hasil investigasi selama hampir satu tahun, termasuk kunjungan ke sejumlah fasilitas NATO di Eropa dan pengumpulan bukti dari pakar militer serta pejabat pertahanan.
"Saya pikir kami telah sangat jelas menyatakan bahwa kami tidak puas dengan Pasal 3 di Inggris. Namun, saya rasa itu juga merupakan posisi yang jelas bagi semua negara anggota NATO di Eropa," kata Menteri Angkatan Bersenjata saat itu, Luke Pollard.
Pakar pertahanan ternama, Profesor Peter Roberts, memperingatkan bahwa publik harus memahami risiko akibat ketiadaan sistem pertahanan rudal nasional.
"Tidak ada kemauan politik untuk membuat keputusan sulit, atau untuk jujur kepada publik dan mengatakan kami tidak akan menghentikan rudal yang datang dan menghantam Anda," lanjutnya.
"Sekelompok dari kalian akan mati, rumah sakit akan tutup dan kalian akan kekurangan makanan, air, saluran pembuangan, dan listrik," tambahnya terkait konsekuensi yang kemungkinan terjadi.
Laporan tersebut muncul tidak lama setelah Perdana Menteri Sir Keir Starmer meluncurkan Tinjauan Pertahanan Strategis (SDR), program yang bertujuan memperbarui Angkatan Bersenjata Inggris dan memperkuat kapasitas pertahanan jangka panjang. Namun, anggota parlemen menyuarakan keprihatinan mendalam atas tertundanya Program Pertahanan Dalam Negeri yang dijanjikan dalam SDR.
Investigasi turut menemukan bahwa kerja sama lintas partai untuk meningkatkan keamanan nasional masih jauh dari standar yang diperlukan.
Angkatan Darat kini hanya memiliki sekitar 70.000 prajurit terlatih, jumlah terkecil sejak era perang Napoleon, sementara kemampuan Angkatan Laut terganggu oleh rendahnya kesiapan armada kapal selam serang.
Sebagai respons, Menteri Pertahanan John Healey akan meresmikan pembangunan 13 pabrik senjata baru untuk memperkuat kemampuan produksi amunisi dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memproduksi bahan peledak dan sistem senjata secara massal guna mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan asing.
Pembangunan fasilitas pertama diharapkan dimulai tahun depan, dengan pabrik yang diproyeksikan menghasilkan bahan peledak berdaya tinggi, propelan roket, serta sistem pengapian dalam skala besar.
Kementerian Pertahanan telah mengalokasikan £1,5 miliar untuk sedikitnya enam pabrik baru, sebagai bagian dari investasi £6 miliar dalam sektor amunisi selama masa parlemen saat ini. Proyek ini ditargetkan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja.
"Hari ini, Menteri Pertahanan akan menguraikan rencananya untuk memperkuat kesiapan tempur Inggris, menjaga keamanan Inggris di dalam negeri dan kekuatan di luar negeri," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan.
Juru bicara itu menambahkan bahwa lokasi untuk pabrik-pabrik baru telah diidentifikasi, dan keputusan anggaran mendatang akan memastikan peningkatan pertahanan tidak kembali ke pola kekurangan dana seperti masa lalu.
Pilihan yang diambil oleh Menteri Keuangan dalam Anggaran mendatang akan memastikan tidak ada lagi kembalinya Angkatan Bersenjata yang kosong dan kekurangan dana seperti di masa lalu
"Seiring kita melanjutkan peningkatan anggaran pertahanan berkelanjutan tererbesar sejak Perang Dingin, yang memungkinkan kita berinvestasi dalam kapabilitas modern untuk menjaga keamanan negara," pungkasnya. (Sun/I-3)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran satuan-satuan tempur sebagai fondasi utama kekuatan pertahanan nasional.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
KOLABORASI lintas sektor kesehatan dan pertahanan menjadi sorotan dalam pembukaan The 2nd International Military Medicine Symposium & Workshop (Imedic 2025) yang digelar di Jakarta.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved