Minggu 20 November 2022, 11:34 WIB

Inggris Bantu Pertahanan Udara Militer Ukraina Senilai USD 60 Juta

Cahya Mulyana | Internasional
 

PERDANA Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak, mengumumkan paket bantuan pertahanan udara baru senilai USD 60 juta saat bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Kunjungan pertama Sunak membuat Zelensky semakin meyakini kemenangan Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia akan lebih nyata.

“Saya di sini hari ini untuk mengatakan bahwa Inggris akan terus mendukung Anda sampai Ukraina memenangkan perdamaian dan keamanan yang dibutuhkan dan layak diterimanya,” kata Sunak dalam konferensi pers dengan Zelensky di Kyiv, Sabtu (19/11).

Sunak mengatakan paket pertahanan itu mencakup 120 senjata pesawat, radar, dan peralatan anti-drone.

Bantuan ini datang bersamaan dengan serangan Rusia yang telah menonaktifkan hampir setengah dari sistem energi Ukraina.

Rusia menargetkan fasilitas infrastruktur energi Ukraina dengan serangan jarak jauh sejak bulan lalu, termasuk menggunakan drone buatan Iran.

“Sungguh rendah hati berada bersama Anda di negara Anda hari ini. Keberanian rakyat Ukraina merupakan inspirasi bagi dunia,” kata Sunak.

Baca juga: KTT APEC Keluarkan Deklarasi Serukan Akhiri Invasi Rusia di Ukraina

Sunak yang berdarah India dan anak dari seorang miliader itu mengatakan perjuangan Ukraina akan dicatatkan dalam sejarah dunia.

“Di tahun-tahun mendatang kami akan menceritakan kisah Anda kepada cucu kami, betapa bangga dan berdaulatnya orang-orang berdiri di hadapan serangan gencar yang mengerikan, bagaimana Anda berjuang, bagaimana Anda berkorban, bagaimana Anda menang,” tambah Sunak.

Zelensky memuji kunjungan Sunak yang berarti dan bermanfaat bagi kedua negara. Dia membahas kemungkinan melindungi keamanan energi Eropa dan Ukraina.

“Kemampuan kami dalam melindungi langit Ukraina, serta kerja sama pertahanan secara umum. Dengan teman-teman seperti Anda di sisi kami, kami yakin dengan kemenangan kami," terangnya.

Ukraina telah memperoleh keuntungan besar sejak akhir September dengan merebut wilayah di timur dan selatan.

Pekan lalu, pasukan Ukraina merebut kembali kendali kota Kherson setelah hampir delapan bulan pendudukan. Pertempuran sengit tak terjadi karena Rusia menarik pasukan militernya dari Kherson.

Kemunduran militer baru-baru ini telah memaksa Moskow untuk menyerukan mobilisasi tentara cadangan. Ini mengintensifkan serangan rudal dan drone setelah kegagalan medan pertempuran.

Sunak, mantan Menteri Keuangan Inggris, mulai menjabat bulan lalu setelah jabatan perdana menteri Liz Truss yang berumur pendek.

Dia dan pendahulunya Boris Johnson sama-sama menjadikan dukungan publik untuk Ukraina sebagai bagian penting dari agenda mereka, sebuah janji yang dipertahankan Sunak. (Aljazeera/Cah/OL-09)

Baca Juga

FAZRY ISMAIL / POOL / AFP Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim Umumkan 28 Pembantunya untuk Stabilitas Politik

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:56 WIB
Perdana Menteri (PM) ke-10 Malaysia Anwar Ibrahim merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan. Keputusan itu terungkap dari susunan...
AFP

Snowden Senang dapat Paspor Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:49 WIB
Eks mata-mata Amerika Serikat (AS) Edward Snowden telah menerima paspor Rusia setelah bersumpah setia kepada negara barunya itu sejak...
dok.pantau.com

Centris: Pamor Xi Jinping Memudar Demokrasi Mulai Tumbuh di Tiongkok

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 11:10 WIB
UPAYA Xi Jinping kembali membuka diri dan menjalin kembali hubungan dengan beberapa pemimpin negara dunia, untuk menunjukkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya