Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan operasi militer yang menghancurkan sebuah gudang penyimpanan sistem anti-drone milik Ukraina di Dubai, Emirat Arab, Sabtu (28/3). Operasi hibrida yang melibatkan Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut IRGC ini dilaporkan memicu kekhawatiran atas tewasnya 21 personel asal Ukraina yang berada di lokasi tersebut.
Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran menyatakan serangan ini dilakukan bersamaan dengan penargetan markas komandan dan tentara Amerika Serikat di Dubai. Gudang tersebut diyakini menyimpan sistem pertahanan udara canggih kiriman Kyiv yang ditujukan untuk memperkuat militer AS dan pertahanan udara Emirat Arab.
"Operasi ini berhasil menghancurkan infrastruktur sistem anti-drone terkait Ukraina. Kami mencatat ada 21 warga Ukraina di lokasi itu, dan hingga kini belum ada informasi mengenai nasib mereka; kemungkinan besar mereka tewas," ujar juru bicara tersebut.
Sementara itu, pemerintah Ukraina menampik klaim Iran tersebut, dengan menyebut Teheran telah berbohong soal serangan ke sistem antidrone ukraina di Emirat Arab. "Kami secara resmi membantah informasi tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Georgiy Tykhy.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tengah melakukan kunjungan diplomatik ke negara-negara Teluk untuk menawarkan keahlian militer negaranya dalam menjatuhkan rudal dan drone. Zelensky sebelumnya mengonfirmasi melalui Telegram bahwa sejumlah pasukan Ukraina memang telah ditempatkan di Emirat Arab untuk membantu memodernisasi perlindungan infrastruktur kritis di sana.
"Sudah ada pemahaman jelas tentang bagaimana memperkuat sistem perlindungan langit dan infrastruktur kritis di Emirat dengan mengintegrasikan pengalaman Ukraina," tulis Zelensky tak lama sebelum serangan dilaporkan terjadi.
Selain Emirat Arab, Zelensky juga baru saja menandatangani perjanjian pertahanan besar dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, pada Jumat (27/3) untuk memperkuat pertahanan udara Riyadh di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang telah memasuki bulan kedua. (Tasnim/Kyiv Independent/CNA/B-3)
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas dari AS-Israel yang menyerang fasilitas energi dan minyak Iran akan dibakar dan dilenyapkan menjadi abu sesegera mungkin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved