Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Iran Serang Gudang Sistem Antidrone Ukraina di Dubai, 21 Personel Terancam Tewas

Haufan Hasyim Salengke
28/3/2026 20:20
Iran Serang Gudang Sistem Antidrone Ukraina di Dubai, 21 Personel Terancam Tewas
Presiden Volodymyr Zelensky dan Presiden Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan bertemu di Emirat Arab pada 28 Maret 2026.(Kantor Presiden)

PASUKAN Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan operasi militer yang menghancurkan sebuah gudang penyimpanan sistem anti-drone milik Ukraina di Dubai, Emirat Arab, Sabtu (28/3). Operasi hibrida yang melibatkan Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut IRGC ini dilaporkan memicu kekhawatiran atas tewasnya 21 personel asal Ukraina yang berada di lokasi tersebut.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran menyatakan serangan ini dilakukan bersamaan dengan penargetan markas komandan dan tentara Amerika Serikat di Dubai. Gudang tersebut diyakini menyimpan sistem pertahanan udara canggih kiriman Kyiv yang ditujukan untuk memperkuat militer AS dan pertahanan udara Emirat Arab.

"Operasi ini berhasil menghancurkan infrastruktur sistem anti-drone terkait Ukraina. Kami mencatat ada 21 warga Ukraina di lokasi itu, dan hingga kini belum ada informasi mengenai nasib mereka; kemungkinan besar mereka tewas," ujar juru bicara tersebut.

Sementara itu, pemerintah Ukraina menampik klaim Iran tersebut, dengan menyebut Teheran telah berbohong soal serangan ke sistem antidrone ukraina di Emirat Arab. "Kami secara resmi membantah informasi tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Georgiy Tykhy. 

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tengah melakukan kunjungan diplomatik ke negara-negara Teluk untuk menawarkan keahlian militer negaranya dalam menjatuhkan rudal dan drone. Zelensky sebelumnya mengonfirmasi melalui Telegram bahwa sejumlah pasukan Ukraina memang telah ditempatkan di Emirat Arab untuk membantu memodernisasi perlindungan infrastruktur kritis di sana.

"Sudah ada pemahaman jelas tentang bagaimana memperkuat sistem perlindungan langit dan infrastruktur kritis di Emirat dengan mengintegrasikan pengalaman Ukraina," tulis Zelensky tak lama sebelum serangan dilaporkan terjadi.

Selain Emirat Arab, Zelensky juga baru saja menandatangani perjanjian pertahanan besar dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, pada Jumat (27/3) untuk memperkuat pertahanan udara Riyadh di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang telah memasuki bulan kedua. (Tasnim/Kyiv Independent/CNA/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya