Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Ukraina Klaim Rusia Kehilangan 1,29 Juta Tentara sejak Invasi 2022

Haufan Hasyim Salengke
31/3/2026 21:02
Ukraina Klaim Rusia Kehilangan 1,29 Juta Tentara sejak Invasi 2022
Tentara Ukraina menembakkan artileri Ukraina 'Bohdana' ke arah Toretsk pada 31 Agustus 2025.(Diego Herrera Carcedo/Anadolu via Getty Images)

STAF Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan Rusia telah kehilangan sekitar 1.297.670 personel sejak dimulainya invasi skala penuh pada 24 Februari 2022.

Dalam laporan yang dirilis Selasa (31/3), militer Ukraina menyebutkan 970 korban tambahan terjadi dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut mencakup tentara tewas maupun terluka.

Menurut data yang dipublikasikan Angkatan Bersenjata Ukraina, Rusia juga kehilangan 11.826 tank, 24.324 kendaraan tempur lapis baja, 86.359 kendaraan dan tangki bahan bakar, serta 39.110 sistem artileri.

Selain itu, tercatat 1.709 sistem peluncur roket ganda, 1.338 sistem pertahanan udara, 435 pesawat, 350 helikopter, dan 208.827 drone hancur atau tidak lagi operasional. Di sektor maritim, dua kapal selam serta 33 kapal dan perahu dilaporkan hilang.

Pihak Ukraina tidak mengungkapkan secara rinci jumlah kerugian di pihaknya dengan alasan kerahasiaan operasional. Namun, Presiden Volodymyr Zelensky pada Februari lalu menyatakan sedikitnya 55.000 tentara Ukraina tewas sejak awal perang, selain sejumlah personel yang dinyatakan hilang dalam tugas.

Sejumlah lembaga pemikir independen Barat menilai korban di pihak Rusia lebih besar dibandingkan Ukraina. Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan rasio korban Rusia dan Ukraina berada pada kisaran 2,5 banding 1 atau 2 banding 1.

Dalam laporan Januari 2026, CSIS memperkirakan Ukraina mengalami 500.000 hingga 600.000 korban sepanjang Februari 2022 hingga Desember 2025, dengan 100.000 hingga 140.000 di antaranya diperkirakan tewas dalam pertempuran.

Perang Rusia-Ukraina masih berlangsung dengan intensitas tinggi, terutama ditandai serangan drone dan pertempuran darat yang menyulitkan proses evakuasi serta identifikasi korban. (Kyiv Independent/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya