Senin 30 Agustus 2021, 22:44 WIB

Usai Gantz-Abbas Bertemu, Bennett Tolak Proses Diplomatik dengan Palestina

Mediaindonesia.com | Internasional
Usai Gantz-Abbas Bertemu, Bennett Tolak Proses Diplomatik dengan Palestina

AFP/Thaer Ghanaim and Menahem Kahana.
Menteri Pertahanan Benny Gantz (kanan) dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

 

PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett pada Senin (30/8) berupaya menyepelekan gagasan tentang langkah menuju negosiasi baru perdamaian dengan Palestina setelah pertemuan tingkat tertinggi Israel-Palestina berlangsung dalam beberapa tahun. 

Beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan pertemuan, platform media utama Israel mengutip seorang sumber yang dekat dengan perdana menteri yang mengatakan, "Tak ada proses diplomatik dengan masyarakat Palestina dan tak akan pernah ada."

Sesi yang tidak diumumkan sebelumnya itu hanya mencakup isu-isu rutin, menurut sumber tersebut. Hussein Al Sheikh, seorang anggota Komite Pusat Fatah pimpinan Abbas, mengatakan bahwa diskusi tersebut mencakup semua aspek hubungan Palestina dan Israel.

Gantz, yang mengepalai partai tengah, dan Abbas melakukan pertemuan dua hari setelah Bennett bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington. Bennett merupakan seorang politikus ultrakanan yang menolak kenegaraan Palestina.

Suatu pernyataan dari Gedung Putih menyebutkan bahwa Biden menegaskan kepada Bennett tentang dukungannya terhadap solusi dua negara terkait konflik Israel-Palestina. Biden pun menggarisbawahi pentingnya langkah-langkah untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Palestina.

Bennett tidak menyebut Palestina dalam pernyataan publik saat berada di Gedung Putih. Pidatonya secara garis besar memusatkan perhatian pada program nuklir Iran yang merupakan musuh bebuyutan negaranya. 

Gantz pada masa lalu menyerukan agar proses perdamaian dengan Palestina dimulai kembali. Palestina bercita-cita mendirikan negara di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Israel merebut wilayah-wilayah itu dalam perang Timur Tengah 1967.

Namun, setiap gerakan baru terkait isu tersebut ini dapat mengguncang fondasi pemerintahan Bennett yang terdiri dari partai-partai sayap kiri, kanan, tengah, dan Arab. Koalisi itu pada Juni mengakhiri 12 tahun masa jabatan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri.

Sebagai pertanda gesekan atas kenegaraan Palestina dari dalam koalisi, Mossi Raz, seorang legislator dari partai sayap kiri Meretz, mengatakan bahwa penolakan prospek pembicaraan damai yang diperbarui oleh sumber Bennett tergolong keterlaluan. "Proses perdamaian merupakan kepentingan Israel," tulis Raz di Twitter.

Baca juga: Penembak Jitu Israel Tewas akibat Luka dalam Bentrokan Perbatasan Gaza

Pernyataan dari kantor Gantz tidak menyebutkan perdamaian, hanya mengatakan bahwa dia dan Abbas membahas situasi keamanan dan ekonomi di Tepi Barat dan Jalur Gaza, wilayah yang dijalankan oleh saingan Abbas, kelompok Hamas. Pertemuan di Kota Ramallah Tepi Barat itu menandai pertama kali pembicaraan Israel dan Palestina di tingkat pejabat tinggi sejak negosiasi perdamaian yang ditengahi AS runtuh pada 2014. Sumber yang dikutip media Israel mengatakan Bennett telah memberikan lampu hijau kepada Gantz untuk bertemu dengan Abbas. (Ant/OL-14)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli.

Rilis, Hasil Autopsi Lansia Palestina yang Meninggal setelah Ditahan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:01 WIB
Omar Assad, 78, ditemukan tidak responsif pada dini hari 12 Januari lalu, beberapa menit setelah tentara Israel meninggalkannya di halaman...
AFP/Jack Guez.

Film Israel Tampilkan Dugaan Pembantaian Warga Palestina pada 1948

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:42 WIB
Tantura merupakan desa pesisir Mediterania di barat laut dari tempat yang sekarang disebut Israel. Tempat itu menjadi saksi pertempuran...
JENS SCHLUETER / AFP

Jerman Catat Rekor Kasus Harian Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:22 WIB
Pada awal pandemi virus korona, Jerman lebih berhasil dari pada banyak negara Eropa lainnya dalam mencegah penyberan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya