Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan bahwa evakuasi terhadap WNI di Afghanistan masih terus dikoordinasikan. Hal itu disampaikan saat ditanyakan mengenai rencana evakuasi WNI yang masih berada di Afghanistan usai Taliban menguasai Afghanistan.
"Waktu evakuasi akan dipastikan dengan mengacu pada hasil koordinasi yang terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait di sana dan mengacu pada hasil kajian (assessment) rekan-rekan di KBRI," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (18/8).
Dikatakan Faizasyah, menurut data yang tercatat di KBRI ada 15 WNI yang masih berada di Afghanistan. "Namun, data ini masih mungkin berubah karena banyak kejadian WNI tidak melapor ke KBRI/KJRI saat mereka berada di luar negeri. Jadi, saat ini kami berpegang pada angka tersebut," terangnya.
Pihak KBRI, lanjut Faizasyah, masih terus berhubungan dengan WNI tersebut. "Informasinya (WNI) dalam kondisi baik," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam laman kemlu.go.id, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa persiapan evakuasi terus dimatangkan antara lain melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan. "Keselamatan WNI, termasuk staf KBRI Kabul, merupakan prioritas pemerintah Indonesia," bunyi pernyataan Kemenlu.
Indonesia, katanya, memantau secara dekat perkembangan yang sangat cepat yang terjadi di Afghanistan. Indonesia berharap penyelesaian politik tetap dapat dilakukan, melalui Afghan-owned, Afghan led. "Perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional," kata pernyataan tersebut.
Baca juga: AS Tegaskan Tetap Dukung Taiwan Usai Tinggalkan Afghanistan
Indonesia, lanjutnya, terus melakukan komunikasi dengan semua pihak di Afghanistan dan perwakilan PBB serta perwakilan asing di Afghanistan. "Misi KBRI kabul akan tetap dijalankan dengan tim esensial terbatas, sambil terus dilakukan pemantauan situasi keamanan di Afghanistan," katanya. (OL-14)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved