Rabu 18 Agustus 2021, 14:51 WIB

AS Tegaskan Tetap Dukung Taiwan Usai Tinggalkan Afghanistan

 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS Tegaskan Tetap Dukung Taiwan Usai Tinggalkan Afghanistan

Mandy CHENG / AFP
Anggota pasukan angkatan laut Taiwan melakukan penghormatan terhadap berbendera nasional saat melakukan latihan militer.

 

AMERIKA Serikat (AS) mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung Taiwan dan sekutu lainnya. Pernyataan disampaikan setelah munculnya kekhawatiran setelah pasukan AS meninggalkan Afghanistan dan kelompok Taliban tak lama mengambil alih Kabul.

"Kami percaya bahwa komitmen kami kepada sekutu dan mitra kami adalah suci dan selalu begitu," kata Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan pada Selasa (17/8) saat konferensi pers di Washington.

"Kami percaya komitmen kami terhadap Taiwan dan Israel tetap kuat seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Ketika ditanya bagaimana Washington menjawab pertanyaan tentang tekadnya dari Beijing dan Moskow, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, "Kami, tentu saja, berhubungan dengan Tiongkok dan Rusia. Pesan kami sangat jelas.”

“Kami mendukung mitra di seluruh dunia yang tunduk pada propaganda semacam ini yang diproyeksikan oleh Rusia dan Tiongkok. Dan kami akan terus menyampaikan kata-kata itu dengan tindakan,” tambahnya.

Media pemerintah di Tiongkok mengatakan bahwa baik Presiden AS maupun Taiwan, Tsai Ing-wen, tidak akan berperang jika terjadi konflik.

The Global Times memuat opini pada hari Senin (16/8) yang mengatakan Washington telah meninggalkan Afghanistan dan bertanya apakah Taiwan akan berbeda.

Namun, perbandingan antara Taiwan dan Afghanistan sulit dilakukan.

Taipei telah menikmati seperempat abad pemerintahan demokratis tanpa perselisihan internal dan melihat pasukan AS pergi lebih dari empat dekade lalu tanpa insiden.

Selain itu, kebutuhan untuk memusatkan pasukan ekstra AS di Pasifik Barat untuk membela mitra keamanan seperti Taiwan dari tekanan Tiongkok adalah argumen utama dengan mendukung penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Tiongkok selaku mengklaim bahwa Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah menegaskan hak untuk menyatukan kedua belah pihak dengan kekerasan, jika perlu.

Mantan duta besar AS untuk Beijing, Max Baucus, mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Selasa (17/8) bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping mungkin memiliki keberanian untuk menguji AS atas Taiwan.

"Perkembangan di Afghanistan akan menyebabkan Xi Jinping sedikit menyelidiki," katanya. "Dia akan menguji untuk melihat sejauh mana kita akan membela Taiwan. Xi akan mencari celah,” kata Baucus.

"Dia akan menyelidiki di sini, menyelidiki di sana. Itu sejarah mereka," tambahnya.

Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok telah menerbangkan sekitar 380 pelanggaran udara ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan tahun ini, kira-kira menyamai totalnya sepanjang tahun lalu.

Pelanggaran zona udara itu sebagai bagian dari kampanye untuk melakukan tekanan politik, militer dan ekonomi pada pemerintah di Taipei. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

MI/ M IRFAN

Duta Besar RI di Swiss Berupaya Maksimal Bantu Pencarian Eril

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:10 WIB
KBRI berkoordinasi dengan beberapa pihak, di antaranya kepolisian, rumah sakit, unit gawat darurat, serta hotel untuk mengetahui keberadaan...
AFP/Mehdi Marizad/Fars News.

Yunani Protes Pembajakan Iran atas Dua Kapal Tankernya

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:01 WIB
Langkah itu dilakukan di tengah perselisihan antara kedua negara mengenai nasib kargo minyak Iran di atas kapal tanker berbendera Rusia...
AFP/Hazem Bader.

Inggris Minta Israel Selidiki Penembakan terhadap Anak Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 18:50 WIB
Ia menjadi anak kelima yang ditembak dan dibunuh oleh tembakan tentara Israel yang tak terkendali pada bulan ini dan yang ke-13 sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya