Minggu 08 Agustus 2021, 11:35 WIB

Saudi Mulai Buka Umrah Bagi Jemaah Asing yang Sudah Divaksin

Nur Aivanni | Internasional
Saudi Mulai Buka Umrah Bagi Jemaah Asing yang Sudah Divaksin

AFP
Suasana Ramadhan saat pandemi Covid-19 di Ka'bah, Makkah, Arab Saudi.

 

PEMERINTAH Arab Saudi akan mulai menerima jemaah asing yang sudah divaksin untuk ibadah umrah. Media pemerintah pada Minggu (8/8) mengumumkan hal tersebut setelah penutupan perbatasan akibat pandemi virus korona selama 18 bulan.

Dikutip dari AFP, Saudi Press Agency melaporkan, pihak berwenang di kementerian yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan jemaah asing, yang mulai secara bertahap menerima permintaan umrah dari berbagai negara di dunia mulai Senin (9/8).

Pandemi covid-19 sangat mengganggu ibadah haji dan umrah, yang biasanya merupakan penghasil pendapatan utama bagi kerajaan - di waktu normal. Pelaksanaan ibadah tersebut menghasilkan sekitar $ 12 miliar (10,3 miliar euro) setiap tahun bagi Saudi.

Sebelum pengumuman tersebut, hanya jemaah yang diimunisasi yang tinggal di Arab Saudi yang memenuhi syarat untuk izin umrah. Ibadah haji telah dilakukan dalam cakupan yang diperkecil sejak pandemi dimulai.

Setiap jemaah asing harus diimunisasi dengan vaksin yang diakui Saudi dan setuju untuk menjalani karantina, kata laporan SPA, mengutip wakil menteri Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat.

Dikutip dari Malay Mail, dengan kapasitas yang akan meningkat menjadi 2 juta jemaah dari 60.000 jemaah per bulan, Mekah dan Madinah akan mulai menyambut pengunjung dari luar negeri ke masjid mereka dengan tetap melakukan tindakan pencegahan covid-19.

Seorang pejabat di Kementerian Haji dan Umrah mengatakan jemaah dalam dan luar negeri harus menyertakan sertifikat vaksinasi covid-19 resmi bersama dengan dokumen permohonan umrah mereka.

Jemaah yang sudah divaksin yang berasal dari negara-negara yang masuk dalam daftar larangan masuk Saudi, harus dikarantina secara institusional pada saat kedatangan.

Riyadh telah menghabiskan miliaran untuk mencoba membangun industri pariwisata dari awal, sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak.

Pemerintah telah mempercepat upaya vaksinasi nasional saat bergerak untuk menghidupkan kembali pariwisata dan sektor lain yang dilanda pandemi, seperti kompetisi olahraga dan ekstravaganza hiburan.

Vaksinasi wajib bagi siapa pun yang ingin memasuki instansi pemerintah dan swasta, termasuk lembaga pendidikan dan tempat hiburan, serta menggunakan transportasi umum.

Arab Saudi telah mencatat hampir 532.000 kasus virus korona dan lebih dari 8.300 kematian. (AFP/Malay Mail/OL-13)

Baca Juga: Kemenag-Kedubes Saudi Bahas Penyelenggaraan Umrah 1443 H

Baca Juga

AFP/Mahmud Hams.

Israel tidak akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Palestina-Amerika

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:02 WIB
Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer tentara Israel, yang dikenal dengan bahasa Ibraninya, Metzah, tidak berencana menyelidiki...
AFP/Ahmad Gharabli.

Anggota Knesset Mundur, Pemerintah Israel Kini Minoritas dalam Parlemen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:17 WIB
Menyetujui mosi untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru membutuhkan 61...
AFP/Abbas Momani.

Mahasiswa Hamas Rayakan Kemenangan Jajak Pendapat Universitas Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:35 WIB
Blok Islam Al Wafaa Hamas memenangkan 28 dari 51 kursi di dewan mahasiswa di Universitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya