Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett mengumumkan kesepakatan bagi pemukim Yahudi untuk meninggalkan pos terdepan ilegal di Tepi Barat yang diduduki pada Jumat (1/7). Namun ada kemungkinan pemukim ilegal itu untuk kembali.
Pemukim telah membangun pos terdepan Eviatar di dekat Nablus selama beberapa pekan terakhir yang bertentangan dengan hukum internasional dan Israel. Hal itu memicu protes sengit dari warga Palestina di desa-desa tetangga.
Bennett, yang sebelumnya memimpin kelompok lobi pemukim utama, pada Rabu malam merilis rincian kesepakatan yang meminta penduduk Eviatar untuk pergi sebelum pukul 16.00, Jumat, waktu setempat.
Surat yang menguraikan ketentuan pengaturan yang dilaporkan sebelumnya menegaskan bahwa rumah pemukim akan tetap berada di lokasi dan tentara Israel--yang telah menduduki Tepi Barat sejak 1967--akan hadir di daerah tersebut.
Setelah evakuasi, kementerian pertahanan akan melakukan proses survei tanah di lokasi itu secepat mungkin. Ini untuk menentukan area itu dapat diberi label tanah negara Israel, kata surat itu.
"Jika studi tersebut menyatakan itu sebagai tanah Israel, lembaga keagamaan akan diizinkan untuk dibangun dan tempat tinggal yang menyertainya serta keluarga staf yeshiva," tambah keterangan surat itu.
Semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional. Warga Palestina di desa terdekat Beita, yang mengklaim Eviatar dibangun di atas tanah mereka, dengan tegas menolak kompromi apa pun selain evakuasi permanen para pemukim.
Empat warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel dalam bentrokan di Eviatar, yang terletak di dekat kota Palestina Nablus dan dekat dengan beberapa pemukiman lain.
Pertengkaran itu telah menimbulkan ketegangan di dalam pemerintahan koalisi baru Israel yang terbagi secara ideologis. Koalisi ini mencakup pendukung pemukim sayap kanan seperti Bennett, sentris, partai-partai dovish yang menentang perluasan permukiman, dan partai Arab konservatif.
Kelompok antipermukiman Peace Now mengecam pengaturan Eviatar itu. "Secara politis, kesepakatan ini berarti bahwa pemerintah baru tidak ingin menghadapi minoritas kecil (walaupun keras dan kuat)," kata kelompok itu dalam pernyataan. "Para pemukim masih bisa melakukan sesuka mereka." (AFP/OL-14)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel menyerang wilayah selatan Libanon.
Menlu Oman Badr al-Busaidi tegaskan Iran tidak bertanggung jawab atas perang yang dimulai AS-Israel. Oman desak diplomasi demi keamanan Selat Hormuz.
Iran menyerukan pembentukan aliansi militer Timur Tengah berbasis Al Quran tanpa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Sedikitnya 12 orang mengalamu luka-luka saat serangan rudal dari Iran menghantam wilayah Bnei Brak, sebuah kota di dekat Tel Aviv, Israel.
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
Kesaksian memilukan warga Palestina, Abu al-Kebash, yang menjadi korban kekerasan seksual dan penyiksaan oleh puluhan pemukim Israel bertopeng di Tepi Barat.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Kemenkes Israel melaporkan 2.745 warga luka akibat serangan rudal balasan Iran sejak awal perang. Sebanyak 179 orang dirawat dalam 24 jam terakhir di tengah siaga Tel Aviv.
OKI kutuk keras terorisme pemukim Israel di Tepi Barat dan penutupan Masjid Al-Aqsa selama 8 hari. Desak sanksi internasional atas pelanggaran hukum humaniter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved