Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN gerakan Syiah Libanon yang kuat, Hizbullah, pada Minggu (20/6), memberi selamat kepada ulama ultrakonservatif Ebrahim Raisi karena memenangkan pemilihan presiden Iran. Ia menggambarkan Raisi sebagai perisai melawan Israel dan agresor lain.
Raisi, mantan kepala kehakiman, memenangkan hampir 62% suara dalam pemilihan presiden Iran, Jumat (18/6), dengan jumlah pemilih 48,8% dari keseluruhan hak suara. Ini setelah saingannya yang paling menonjol didiskualifikasi atau ditarik dari pemilihan.
"Kemenangan anda telah memperbarui harapan rakyat Iran dan orang-orang di kawasan yang melihat anda sebagai perisai dan pendukung kuat untuk perlawanan terhadap agresor," kata Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah dalam pernyataan.
Baca juga: AS Sesalkan Warga Iran Tidak Bisa Berpartisipasi dalam Pilpres
Hizbullah, yang telah lama ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, membentuk poros perlawanan terhadap Israel bersama dengan Iran dan Suriah.
Gerakan Libanon terlibat perang yang menghancurkan dengan Israel pada 2006. Para pejuangnya juga berperang melawan pemberontak yang berusaha menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan selamat kepada Raisi. Ia mengungkapkan harapannya hasil pilpres itu akan bermanfaat bagi rakyat Iran. Erdogan mengatakan dia yakin kerja sama antara kedua negara akan semakin diperkuat dan dia siap bekerja sama dengan Raisi.
Assad, yang pemerintahnya menganggap Iran sebagai salah satu sekutu utamanya, berharap Raisi berhasil dalam tanggung jawab barunya dan mengarahkan negara dalam menghadapi tekanan eksternal.
Hizbullah, kekuatan kuat dalam politik Libanon, juga memiliki hubungan dekat dengan kelompok Islam Palestina Hamas yang menguasai Jalur Gaza yang diblokade Israel.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan Iran selalu menjadi pendukung utama, kuat, dan nyata dari perlawanan Palestina dan tujuan nasional saat ia mengucapkan selamat kepada Raisi. (AFP/OL-14)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved