Minggu 20 Juni 2021, 10:02 WIB

AS Sesalkan Warga Iran Tidak Bisa Berpartisipasi dalam Pilpres

Nur Aivanni | Internasional
AS Sesalkan Warga Iran Tidak Bisa Berpartisipasi dalam Pilpres

ATTA KENARE / AFP
Pendukung Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi merayakan kemenangan di Lapangan Imam Hussein di Ibu kota Iran, Teheran, Sabtu (19/6).

 

AMERIKA Serikat (AS), pada Sabtu (19/6), mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan warga Iran tidak bisa berpartisipasi dalam proses pemilihan yang bebas dan adil dalam pemilihan presiden negara itu.

Dalam reaksi pertama dari Washington terhadap kemenangan ulama ultrakonservatif Ebrahim Raisi dalam pilpres Iran, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa warga Iran tidak diberi hak untuk memilih pemimpin mereka sendiri dalam proses pemilihan yang bebas dan adil.

AS, kata juru bicara itu, tetap akan melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Iran mengenai AS bergabung kembali dengan perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Donald Trump.

Dalam pemilu Iran, banyak politisi kelas berat dilarang mencalonkan diri. Raisi dipandang dekat dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang memegang kekuasaan politik tertinggi di Iran.

Banyak pemilih memilih untuk tidak hadir dalam pemungutan suara, setelah sekitar 600 calon, termasuk 40 orang perempuan, telah diseleksi menjadi tujuh kandidat, semuanya laki-laki, tidak termasuk mantan presiden dan mantan ketua parlemen. Tiga dari kandidat terpilih mundur dua hari sebelum pemungutan suara pada Jumat (18/6).

Mengenai kesepakatan nuklir Iran, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan tidak langsung di Wina, Austria, antara AS dan Iran telah membuat kemajuan yang berarti dan Washington ingin melanjutkannya.

"Kami akan melanjutkan diskusi bersama dengan sekutu dan mitra kami tentang kembali bersama untuk mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Bersama," kata juru bicara itu.

Diskusi di Wina, yang ditengahi oleh para diplomat Eropa, telah terkunci dalam perselisihan tentang sanksi yang dikenakan pada Iran akan dicabut. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Aung San Suu Kyi Bantah Dakwaan Penghasutan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 06:30 WIB
Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi membantah dakwaan penghasutan yang mengkhawatirkan publik, dalam kesaksian pengadilan...
BPMI Setpres

Presiden Sampaikan Tiga Harapan ASEAN kepada AS

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:54 WIB
Menurutnya, penghormatan terhadap hukum internasional, Treaty of Amity and Cooperation, serta perangkat norma dan hukum lain menjadi...
AFP/Bandar Al-Jaloud.

Eks Pejabat Intelijen Saudi Tuduh MBS Ingin Bunuh Raja Abdullah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 22:12 WIB
Ayah putra mahkota, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, naik takhta pada 2015 setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, meninggal karena sebab...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya