Kamis 01 April 2021, 21:26 WIB

Israel Skeptis Ibu Palestina Hamil dari Sperma Suami yang Ditahan

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Skeptis Ibu Palestina Hamil dari Sperma Suami yang Ditahan

AFP/ Jaafar Ashtiyeh.
Dalal dan kedua putranya.

 

SALAHEDDINE dan Muhannad Zibn, yang tinggal di Tepi Barat bagian utara, hanya bertemu dengan ayah mereka sekali selama kunjungan penjara. Itu pun ketika Salaheddine berusia lima tahun tahun dan Muhannad baru dua minggu.

Ibu mereka, Dalal Zibn, mengatakan itu kepada AFP, Kamis (1/4). Anak-anaknya termasuk kelompok pertama yang lahir melalui program fertilisasi in-vitro (IVF) atau bayi tabung dari seorang ayah yang ditahan di Israel.

Klaim itu didukung oleh dokter Palestina yang melakukan prosedur tersebut, Ghosson Badran. "Saya sangat bangga menjadi yang pertama karena merupakan hak kami untuk memiliki anak," ujarnya. "Saya memberi harapan kepada banyak wanita."

 

Suaminya, Amar, telah menjalani hukuman seumur hidup karena merencanakan serangan anti-Israel untuk Hamas sejak 1997. Ketika suaminya pertama kali mengusulkan IVF, dia berkata, "Saya tidak mengerti konsepnya."

"Kemudian dia meyakinkan saya dan para dokter meyakinkan saya." Seperti Qudra, Dalal Zibn memiliki anak perempuan sebelum suaminya dipenjara. Pada 2012 dia memutuskan untuk mencoba bayi tabung dengan harapan memiliki anak laki-laki.

 

Layanan Penjara Israel (IPS) memandang cerita penyelundupan sperma dengan skeptis. "Kami tidak memiliki informasi atau bukti untuk mendukung tuduhan ini," kata juru bicara IPS Hana Herbst kepada AFP, menyebut mereka sebagai rumor.

"Kami tidak tahu bagaimana mungkin mengeluarkan air mani yang cukup untuk prosedur medis," tambahnya. (OL-14)

Baca Juga

Handout / Ukrainian presidential press-service / AFP

Biden Ancam Putin dengan Sanksi Ekonomi Terkait Krisis Ukraina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:58 WIB
Presiden AS Joe Biden akan memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang konsekuensi ekonomi yang parah jika Rusia melanjutkan...
 Kirill KUDRYAVTSEV / AFP

Dianggap Promosikan ujaran Kebencian, Facebook Dituntut Pengungsi Rohingya US$150 miliar

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:34 WIB
Kelompok mayoritas Muslim itu menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar, di mana mereka dihina sebagai penyelundup meskipun telah...
Al-Huthi Group Media Office / AFP

Saudi Luncurkan Serangan Balasan Usai Pemberontak Houthi Tembakkan Rudal

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 07 Desember 2021, 13:20 WIB
Pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, yang mereka rebut pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya